Pemkot Jogja Targetkan Vaksinasi Rampung 7 Oktober

radarjogja | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 16:33
Pemkot Jogja Targetkan Vaksinasi Rampung 7 Oktober

RADAR JOGJA Pemerintah Kota Jogja menargetkan vaksinasi dosis pertama untuk warga Kota Jogja rampung 7 Oktober 2021. Momen ini bertepatan dengan hari jadi Kota Jogja ke 265 tahun. Berdasarkan data saat ini 10.210 warga Kota Jogja belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti optimis target tersebut bisa terwujud. Dia memaparkan saat ini sebanyak 90 persen lebih warga Kota Jogja telah tervaksin. Pekerjaan rumah selanjutnya merampungkan sisa 10.210 warga yang belum tervaksin.

Capaian vaksinasi, sudah 90 persen optimis bahwa 7 Oktober Kota Jogja sudah mendeklarasikan tuntas vaksin, jelasnya saat tinjauan vaksinasi di Kantor Kelurahan Giwangan, Umbulharjo, Senin (4/10).

Haryadi berharap target tersebut bisa terpenuhi. Tujuannya agar herd imunity masyarakat segera terbentuk. Sehingga masyarakat dapat lebih leluasa dalam beraktivitas selama pandemi Covid-19.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan anggota PKK Kota Jogja. Guna melakukan pendataan dan mencari warga yang belum tervaksin. Tentunya dengan melibatkan kader-kader di setiap Kelurahan.

Saya juga mendelegasikan ke ibu-ibu (anggota PKK Kota Jogja) untuk menyelesaikan yang masih sekian itu. Target herd imunity tercapai 7 Oktober, katanya.

Haryadi memastikan capaian 100 persen bukanlah akhir gerakan. Pihaknya masih melakukan kampanye tracing, tracing, treatment (3T). Langkah ini guna mengantisipasi munculnya serangan Covid-19 gelombang ketiga.

Dalam kesempatan ini dia juga mendorong agar warga tak lengah. Telah tervaksin bukan jaminan bebas dari Covid-19. Potensi terpapar masih sangatlah besar. Walau tingkat kritis lebih minim.

Ini cara kami menjaga agar yang ditakutkan gelombang ketiga bisa terdeteki lebih awal, kami antisipasi. Kombinasikan dua hal vaksin dan masker, juga dijaga dengan 3T, ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengakui ada kendala untuk vaksinasi tersisa. Berdasarkan verifikasi lapangan, warga tervaksin memiliki catatan kesehatan. Baik adanya riwayat penyakit penyerta atau komorbid ataupun penyintas Covid-19.

Pihaknya tak bisa gegabah memaksakan vaksinasi. Kesehatan warga, lanjutnya, menjadi pertimbangan utama. Apabila faktor penghambat terlalui maka bisa segera mendapatkan vaksin.

Apabila komorbid itu sudah terkendali bisa segera divaksin. Lalu ternyata ada beberapa penyintas ini, gejala ringan sedang boleh satu bulan setelah sembuh dari covid bisa divaksin. Sisa 10 persen karena itu, katanya.

Emma memaparkan ada 3 kecamatan yang capaian vaksin masih dibawah 90 persen. Diantaranya Mergangsan, Tegalrejo dan Umbulharjo. Mayoritas capaian kekurangan vaksin juga berada di tiga kecamatan ini.

Secara keseluruhan, Dinkes Kota Jogja telah mevaksin lebih dari 500 ribu warga. Jumlah ini sudah melebihi angka warga Kota Jogja. Tercampur dengan warga dari luar Kota Jogja.

Data ini harian yang terakhir kemarin, di bawah 90 persen kalau kecamatan lainnya sudah mencapai 90 persen. Sisanya 10.210 itu warga Jogja, kami lihatnya kan dari KTP, ujarnya.

Sisa capaian justru mempersulit upaya vaksin. Ini karena harus ada penyusuran yang lebih jeli dan detil. Guna menyisir warga yang belum atau terlewat vaksinasi.

Kalau tinggal sedikit harus lebih jeli melihatnya. Kami terjunkan tim kemantren, kelurahan bahkan hingga RT, RW, dasawisma dan ibu-ibu PKK. Mereka juga door to door ke rumah, ngecek apakah masih hidup atau punya komorbid atau bagaimana, katanya.(Dwi)

Artikel Asli