Surabaya Berharap Turun Level Hari Ini

jawapos | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 15:48
Surabaya Berharap Turun Level Hari Ini

JawaPos.com Batas waktu penerapan PPKM berakhir hari ini (4/10). Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) biasanya kembali mengumumkan status kelanjutan PPKM berdasar hasil evaluasi pada PPKM sebelumnya. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 43/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, Kota Surabaya masih berstatus PPKM level 3.

Nah, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya optimistis segera turun level. Penanganan pandemi Covid-19 di Kota Pahlawan minimal turun menjadi PPKM level 2. Harapan kita bisa turun level, kata Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto Minggu (3/10).

Dilihat dari sejumlah indikator, jelas dia, kondisi Surabaya sangat membaik. Di antaranya, angka kasus konfirmasi positif semakin turun. Indikator lain adalah angka mortalitas atau kematian serta tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) kian menipis. Bahkan, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) memiliki nol pasien sejak Kamis lalu (30/9).Semua pasien Covid-19 sudah dinyatakan sembuh.

Indikator lainnya, rasio angka pelacakan (tracing) kasus juga kian meningkat menjadi 1:28. Progres itu berada di atas standar Kemenkes, yaitu 1:15. Dilihat dari indikator itu, Surabaya mulai membaik, jelas Irvan.

Sejauh ini, cakupan vaksinasi Kota Surabaya juga terus meningkat. Berdasar data dasbor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), vaksin dosis pertama sudah tembus 109,2 persen. Dari 2.218.121 warga yang masuk sasaran, yang sudah divaksin dosis pertama mencapai 2.421.840 jiwa. Cakupan dosis kedua mencapai 73,8 persen. Sudah menyasar 1.637.081 jiwa. Tak ayal, capaian vaksinasi itu adalah yang terbanyak di Provinsi Jatim.

Anggota Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Henry Simanjuntak mengaku masih menunggu pengumuman dari pemerintah pusat. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya penilaian asesmen situasi ke pusat. Sebab, wilayah aglomerasi Surabaya Raya juga menjadi indikator penilaian. Khususnya capaian vaksinasi di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo.

Wali Kota Eri Cahyadi sudah mengirimkan bantuan tenaga kesehatan untuk membantu vaksinasi di Gresik dan Sidoarjo.

Selain Gresik dan Sidoarjo, pihaknya juga menyoroti kawasan Madura. Khususnya Kabupaten Bangkalan. Sebab, banyak warga setempat yang keluar masuk Surabaya untuk kepentingan kerja. Di sisi lain, cakupan vaksinasi dosis pertama di Bangkalan masih di bawah 50 persen. Padahal, banyak warga Bangkalan yang setiap hari keluar masuk Surabaya. Ini juga jadi perhatian, imbuh Henry.

Untuk bisa turun dari level 3 ke level 2, cakupan vaksinasi dosis pertama kabupaten/kota harus mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) harus mencapai 40 persen. Untuk bisa turun dari level 2 ke level 1, cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia 60 persen.

Artikel Asli