SBY Ajak Jokowi Bangun Peradaban, Singgung Hukum hingga Toleransi

apahabar.com | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 15:16
SBY Ajak Jokowi Bangun Peradaban, Singgung Hukum hingga Toleransi

apahabar.com, JAKARTA Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun peradaban Indonesia. Membangun peradaban negeri tersebut mulai pendidikan, hukum, hingga toleransi.

Saya ingin menggunakan mimbar yang mulia ini, untuk mengajak, saya kira Presiden Jokowi semua juga melakukan hal yang sama, membangun peradaban negeri kita, menuju masa depan yang lebih maju, kata SBY dalam International Conference on Islamic Studies yang diselenggarakan UIN Ar-Raniry Aceh, di akun YouTube Kampus UIN Ar-Raniry, dilansir dari detikcom, Senin (4/10/2021).

SBY utamanya menekankan soal pendidikan dalam membangun peradaban. Selain itu, SBY juga memaparkan konsep trilogi pembangunan sebuah negara.

Apa membangun peradaban yang saya maksudkan? Pendidikan, pendidikan, pendidikan majukan. Pembangunan karakter tolong dilakukan, bangun masyarakat yang rasional dan baik, the good society, the rational society sangat penting. Itu jalan menuju kemajuan, ujarnya.

Setelah pendidikan yang memajukan rasionalitas masyarakat, SBY menyinggung soal ilmu pengetahuan dan teknologi atau iptek. Setelah iptek, SBY menyebut hukum dan toleransi.

Kembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, pasti. Kepatuhan terhadap pranata hukum dan norma-norma sosial, the rule of law, human right, democracy. Kemudian perkuat toleransi dan harmoni, kerukunan di antara kita. Apapun identitasnya, ucapnya.

SBY berharap Indonesia menjadi tempat yang damai bagi seluruh masyarakat dan bangsa. Poin-poin utama yang disebut itulah menurut SBY jalan menuju peradaban yang unggul.

Bangun masyarakat yang mencintai perdamaian. Indonesia harus menjadi peace living society, peace living nation. Perkuat rasa tanggung jawab. Kemudian, bangun masyarakat kita agar makin peduli dan gemar berbagi. Itulah jalan menuju peradaban yang unggul dan peradaban yang mulia, imbuhnya.

Artikel Asli