Respons Luhut Setelah Masuk Laporan Skandal Pajak Pandora Papers

apahabar.com | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 15:00
Respons Luhut Setelah Masuk Laporan Skandal Pajak Pandora Papers

apahabar.com, JAKARTA - Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) merilis Pandora Papers atau laporan skandal pajak terbesar dunia pada Minggu (3/10).

Dalam laporan tersebut dicatut setidaknya 35 pemimpin negara dan ratusan pejabat hingga artis dunia. Laporan investigasi tersebut melibatkan 600 jurnalis dari berbagai media. Laporan dibuat berdasarkan bocoran 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia.

Dari Indonesia, salah satu nama yang terseret adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Dalam laporan disebutkan, Luhut sempat menjabat di salah satu perusahaan cangkang (shell company) yang terdaftar di Panama.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, membenarkan Luhut sempat menjabat sebagai Direktur Utama Petrocapital SA pada 2007 hingga 2010.

Menurut dia, perusahaan didirikan berdasarkan hukum Republik Panama bersama Edgardo E.Dia dan Fernando A.Gil pada 2006. Jodi juga menyebut perusahaan yang bergerak di bidang migas tersebut bermodal awal senilai US$5 juta atau setara Rp71,5 miliar (kurs Rp14.300)

Bapak Luhut B Pandjaitan menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada 2007 hingga pada 2010, katanya lewat rilis tertulis, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (4/10).

Lebih lanjut, Jodi menyebut perusahaan sejatinya direncanakan akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri, terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Namun, dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait seperti lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi, membuat Luhut mengundurkan diri dari Petrocapital dan fokus pada bisnis di Indonesia.

"Selama Bapak Luhut B. Pandjaitan menjabat di Petrocapital sampai dengan mengundurkan diri pada 2010, Petrocapital belum berhasil untuk mendapatkan proyek investasi yang layak," tambahnya.

Selain itu, ia mengatakan tidak ada kerjasama antara perusahaan cangkang tersebut dengan perusahaan migas negara. Ia juga membantah perusahaan sempat berubah nama dari Petrocapital menjadi Pertamina Petrocapital SA.

Sebagai informasi, Pandora Papers mengungkap nama-nama besar yang menyembunyikan kewajiban pajaknya dari publik dengan membentuk perusahaan cangkang di negara bebas pajak seperti Republik Panama.

ICIJ juga sebelumnya merilis laporan Panama Papers yang sempat membuat geger dunia akan skandal pajak pejabat serta elite dari berbagai negara di dunia.

Sejauh ini ICIJ telah mengungkap beberapa nama seperti Raja Yordania Abdullah II, Perdana Menteri Ceko Andrej Babis, mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, hingga selebritas Shakira.

Artikel Asli