Bertarung Keras sampai Delapan Jam demi Sekeping Emas

jawapos | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 14:45
Bertarung Keras sampai Delapan Jam demi Sekeping Emas

JawaPos.com- Pundi-pundi emas Jatim bertambah lima kemarin. Dua di antaranya datang dari cabang olahraga tenis. Tim tenis beregu putra dan putri sukses mengawinkan medali emas. Hasil itu sekaligus mengulangi capaian PON XIX/2016.

Tim putra lebih dulu meraih emas. Mereka menang mudah dalam final yang digelar di Lapangan Sian Soor. Jatim menang 2-0 atas Bengkulu dalam tempo dua jam.

Alhamdulillah, sudah sesuai target. Kami menang mudah karena main siang dan cuacanya panas. Tinggal adu taktik, kata petenis putra Jatim M. Rifqy. Laga final memang digelar pukul 13.00.

Berbalik 180 derajat, tim putri Jatim kudu bekerja keras meraih emas. Tunggal putri Jatim Aldila Sutjiadi memang menang pada laga pertama kontra Fitriani Sabatini. Tapi, di laga kedua, petenis Jatim Beatrice Gumulya ditekuk DKI Jakarta.

Untung, pasangan Aldila/Jessy Rompies menang 4-6, 6-2, 10-7 atas pasangan Fitriani/Fitriana Sabrina. Total, laga final tim putri berlangsung selama delapan jam.

Tim putri agak kesulitan menang. Saya rasa itu karena ada beban untuk emas. Beruntung pemain kami sudah berpengalaman. Jadi, bisa tetap tenang dan meraih kemenangan, ujar pelatih tenis Jatim Irmantara Subagio.

Petenis putri Jatim Aldila mengaku laga kali ini menjadi pelajaran. Agar ke depan saya bisa tampil lebih baik, kata perempuan 25 tahun itu.

Sayang, dua target emas Jatim lainnya meleset. Sepatu roda yang diharapkan menjadi kampiun di nomor time team trial 10.000 meter malah tidak maksimal. Jangankan emas, Jatim hanya finis di posisi keempat. Emas diraih kontingen Jakarta. Kegagalan itu diikuti taekwondo nomor poomsae.

Di Mimika, kekecewaan juga harus dirasakan kontingen Jatim. Kali ini dari cabor futsal. Di GOR SP2, Jatim menghadapi NTB dalam perebutan medali perunggu. Jatim harus menerima kekalahan telak dengan skor 1-5. Hasil itu memastikan futsal gagal mempertahankan gelar perunggu pada PON XIX/2016.

Kegagalan itu membuat tim futsal Jatim makin menderita. Sebab, sebelumnya mereka dihujat warganet. Itu buntut dari permainan keras kontra Jawa Barat (29/9). Bahkan sempat ada tendangan kungfu yang dilancarkan.

Saya mewakili para pemain memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang maksimal, kata kapten tim futsal Singgih Romana Jati.

Beruntung, Jatim masih bisa menambah medali dari cabor muay thai. Jatim menyabet satu perak dan tiga perunggu. Torehan itu sejatinya cukup bagus. Apalagi ini adalah kali pertama cabor muay thai dipertandingkan di PON.

Artikel Asli