Catatan Ilham Nur Hidayatullah (Ilnur) Proyeksi Dan Strategi Politik Dan Ekonomi Kaum Muda Di Era Disrupsi

rm.id | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 13:30
Catatan Ilham Nur Hidayatullah (Ilnur) Proyeksi Dan Strategi Politik Dan Ekonomi Kaum Muda Di Era Disrupsi

Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW Hima Persis) DKI Jakarta, pekan lalu, mengangkat tema dengan mengkhususkan ke pembahasan politik dan ekonomi kaum muda di era disrupsi. Ini memiliki arti mendalam dan pandangan jauh ke depan. Sebab, secara geografis, Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memiliki kekhasan dan kelebihan tersendiri.

Kelengkapan infrastruktur dan suprastruktur yang dimiliki menjadi daya tarik sekaligus penggerak bagi daerah-daerah lainnya. Dalam konteks mahasiswa, infrastruktur politik tidak boleh diartikan sempit sebagai politik praktis. Harus diartikan lebih luas bahwa infrastruktur politik digambarkan sebagai kelembagaan negara yang memproduksi kebijakan-kebijakan publik.

Mahasiswa dengan tanggung jawab akademisnya harus utuh membaca, memetakan, dan mengadirkan solusi-solusi yang kontruktif untuk kepentingan yg lebih luas. Artinya, secara proporsional bisa menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis kelembagaan.

Selain sebagai pusat politik dengan kelengkapan infrasturkturnya, Jakarta juga sebagai pusat ekonomi. Dengan perekonomian yang tinggi, Jakarta telah dianggap sebagai jantung ekonominya Indoensia. Potensi ekonomi dengan segala kelengkapan infrastrukturnya harus mampu ditangkap dan dioptimalisasi oleh mahasiswa.

Terkhusus kelompok Mahasiswa Islam, harus mampu merumuskan dan mengkreasikan potensi ekonomi yang lebih adaptif, untuk mengedepankan spirit Islam yang mampu unggul secara ekonomi tidak semata-mata unggul secara kuantitas pemeluknya. Kekuatan dan kelengkapan politik dan ekonomi harus dipadukan dengan kemajuan zaman yang sudah memasuki era disrupsi. Harus ada gagasan-gagasan segar serta strategi yang lebih adaptif dan efektif untuk mengelola dan memproyeksikan kekuatan yang dimiliki.

Tugas-tugas ini ada di benak mahasiswa selaku generasi muda. Karena generasi muda ialah wajah Indonesia ke depan, pewaris republik. Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas) Indonesia memiliki penduduk produktif, usia 20-35 tahun, sebanyak 63 juta. Tanggung jawab besar ada di pikiran dan pundak generasi muda.

Selanjutnya, secara demografis, Jakarta merupakan kota yang sangat heterogen. Berbagai suku tumpah ruah, hadir, dan berkumpul di Jakarta. Pantas, Jakarta sebagai ibu kota, karena semua berkumpul dengan segala keragamannya.

Heterogenitas membentuk kepribadian yang inklusif dengan keluwesan dan keluasan pergaulan. Artinya, inklusivitas ini akan menghadirkan langkah kolabiratif, terbuka untuk senantiasa bekerja sama dan bergotong royong.

Hima Persis DKI Jakarta ke depan harus mampu merumuskan dan memproyesikan bagaimana memproduksi kader inklusif, kolaboratif, dan unggul secara ekonomi dengan mengedepankan spirit Islam progresif mampu mengadaptasikan dan mengkreasikan berbagai kemajuan.***

Penulis : Ketua PW Hima Persis DKI Jakarta 2019-2021

Artikel Asli