Puan Tanam Dan Jajan Jagung Rebus Bareng Jokowi Di Sorong

rm.id | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 13:02
Puan Tanam Dan Jajan Jagung Rebus Bareng Jokowi Di Sorong

Ketua DPR Puan Maharani mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja di Sorong, Papua Barat. Salah satu kegiatan yang dilakukannya adalah menanam jagung bersama para petani.

Kegiatan menanam jagung dilakukan di Kawasan Jalan Rajawali, Kelurahan Klamesen, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Senin (4/10). Ada 8 hektare lahan yang ditanami jagung hari ini dari target 40 hektare yang akan ditanami bibit jagung secara bertahap.

Selain Puan, Jokowi didampingi Menteri Pertanian SyahrulYasin Limpodan Gubernur Papua Barat DominggusMandacan pada acara tanam jagung bersama petani di Sorong itu.

Puan terlihat mengenakan kaus merah dengan jaket sporty hitam dengan sepatu kets saat menaman bibit jagung menggunakan alat tanam khusus. Puan juga ikut mendampingi Jokowi saat berbincang dengan para petani jagung.

Setelah menebar bibit, Puan bersama Jokowi dan Mentan SyahrulYasin Limpo membeli jagung rebus di warung pinggir jalan milik warga di dekat lokasi penanaman bibit. "Enak ini, dibungkus juga ya, yang mateng aja," kata Puan kepada penjual seraya menjajal jagung rebus.

Sambil jajan jagung, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR tersebut pun menyempatkan menyapa warga. Puan juga meladeni permintaan foto bareng sejumlah warga. "Ibu Puan sehat-sehat. Sampai ketemu lagi," ujar salah satu warga yang dijawab ucapan terima kasih oleh Puan.

Mengenai kegiatan menanam jagung bersama petani, Puan berbicara soal diversifikasi pangan. Hal ini mengingat beragamnya jenis pangan Indonesia yang seharusya membuat asupan makan masyarakat Indonesia juga beragam.

"Seperti jagung yang saat ini kita tanam bersama-sama. Semoga ini mengingatkan banyak orang bahwa di Indonesia itu, nasi bukan satu-satunya. Ada yang lain seperti jagung, kentang, sagu, yang mengandung karbohidrat," jelas Puan.

Ditambahkannya, jagung menyehatkan karena kaya vitamin B6 dan B9 yang berfungsi meningkatkan metabolisme pada tubuh sehingga asupan energi lebih lancar. Apalagi, kata Puan, jagung bisa dibuat macam-macam jenis olahan.

"Baik itu dibakar, direbus seperti yang saya makan bersama Bapak Presiden dan bapak Mentan. Ada banyak jenis makanan lainnya dari jagung, termasuk makanan khas berbagai daerah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Puan memberikan apresiasi kepada para petani jagung yang terus berupaya membantu terciptanya ketahanan pangan.

"Tanpa petani, Indonesia tidak bisa berdaulat pangan. Karena itu DPR memberi perhatian besar meningkatkan kesejahteraan petani, sebab tangan mereka yang memberi makan kita semua," tuturnya.

Puan mengatakan, petani merupakan profesi yang menyejahterakan banyak orang. Oleh karenanya, ia berharap seluruh elemen bangsa bergotong royong menghasilkan solusi-solusi lebih secara menyeluruh untuk mengatasi berbagai masalah klasik pertanian.

"Seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen, dan sebagainya," sebut Puan.

Mantan Menko PMK itu pun berharap agar program lumbung pangan nasional bisa menjadi jawaban dari berbagai persoalan yang ada termasuk pada sektor tanaman jagung. Seperti diketahui, minimnya stok jagung menyebabkan stok pakan ternak terbatas sehingga menyebabkan harga tinggi.

Dikatakannya, kenaikan harga pakan ternak berdampak terhadap kenaikan harga ayam potong. Ini menjadi masalah bagi masyarakat, terutama dalam perekomian yang masih belum stabil akibat pandemi Covid-19.

"Maka saya mendukung agar program lumbung pangan semakin digencarkan di berbagai daerah sehingga tak hanya membawa manfaat bagi petani, tapi juga untuk rakyat secara keseluruhan," sambung cucu Proklamator Bung Karno tersebut.

Dia juga mendorong program petani milienal yang menjadi inisiasi pemerintah untuk mendukung sektor penggerak pertanian. Pemerintah saat ini tengah memberikan pelatihan dengan target menciptakan 2.000 petani milenial.

"Petani milenial akan membantu Indonesia mewujudkan ketahanan pangan. DPR juga mendukung berbagai teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil tani," pungkas Puan. [ FAQ ]

Artikel Asli