HUT ke-76, TNI Diminta Cermati Dinamika Lingkungan Strategis

inewsid | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 12:24
HUT ke-76, TNI Diminta Cermati Dinamika Lingkungan Strategis

JAKARTA, iNews.id - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menyebut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 TNI tahun ini cukup istimewa karena TNI sebagai Komponen Utama Pertahanan Negara sebentar lagi akan dilengkapi dengan Komponen Cadangan. Nuning, panggilan Susaningtyas, menyebut Komponen Cadangan sudah sesuai dengan hukum internasional.

Meski demikian, Nuning berharap TNI memberi perhatian pada Laut Natuna Utara yang masih terdapat dinamika. "Ke depan TNI juga perlu memperhatikan dinamika lingkungan strategis. Yang paling menyita perhatian adalah situasi di Laut Natuna Utara yang berdampingan dengan Laut Cina Selatan," kata Nuning, Senin (4/10/2021).

Nuning menyebut dinamika terbaru yakni AUKUS yang merupakan pakta keamanan trilateral antara Australia, Britania Raya, dan Amerika Serikat. TNI diminta memperhatikan rencana operasi kapal selam Australia bertenaga nuklir.

"Dinamika terbaru adalah pembentukan Kerjasama Keamanan AUKUS. Sangat penting dicermati oleh TNI ke mana arah baru AUKUS dan rencana pengoperasian kapal Selam Australia bertenaga nuklir. Sesuai ketentuan ASEAN yang tertuang di dalam ZOPFAN, maka seluruh negara ASEAN wajib mematuhi ketentuan zona bebas nuklir. Banyak negara di dunia mewaspadai pengoperasian kapal-kapal Selam bertenaga nuklir yang dimiliki beberapa negara maju," tuturnya.

Tugas TNI dalam menjaga stabilitas regional dan nasional dinilai cukup baik. Nuning percaya TNI akan semakin dapat kepercayaan dari masyarakat dalam membantu penanganan pandemi Covid-19.

"TNI membuktikan Dharma Bhakti kepada Ibu Pertiwi dalam situasi dan kondisi apapun, termasuk dalam 2 tahun ini masa pandemi Covid-19. Keberhasilan TNI membangun kepercayaan masyarakat juga merefleksikan kredibilitas TNI ke dunia internasional," ujarnya.

Bersama Polri, Nuning berharap TNI juga dapat mendapat dukungan dalam penanganan separatisme di Papua. Dia juga berharap pelaksanaan PON Papua dapat digelar dengan baik dengan pengawasan ketat TNI-Pori.

"Keberhasilan PON di Papua merupakan salah satu indikator kredibilitas TNI di dalam negeri dan luar negeri," katanya.

Artikel Asli