Anak-Anak Diizinkan Masuk KBS asal Orang Tuanya Sudah Divaksin

jawapos | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 12:48
Anak-Anak Diizinkan Masuk KBS asal Orang Tuanya Sudah Divaksin

JawaPos.com Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi dibuka Minggu (3/10). Wisata satwa itu beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Hari pertama masa uji, jumlah pengunjung mencapai 1.248 orang. Jumlah itu setara dengan 25 persen dari total kapasitas pada hari-hari normal.

Berbagai kebutuhan yang mendukung prokes sudah disiapkan manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS). Salah satunya, memasang aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi itu ditempelkan di pintu masuk dan pintu keluar KBS. Setiap pengunjung wajib memindai QR code milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu.

Aplikasi tersebut berfungsi sebagai skrining setiap pengunjung untuk mendeteksi secara dini dari kemungkinan penularan Covid-19. Terutama untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan telah divaksin Covid-19.

Pantauan Jawa Pos kemarin menunjukkan bahwa pembukaan perdana KBS berjalan cukup lancar. Hanya ditemukan sejumlah kendala. Salah satunya, pengunjung yang gagal masuk. Mayoritas karena terkendala aplikasi PeduliLindungi. Mereka tidak bisa men-download aplikasi.

Sebab, perangkat ponsel tidak memadai untuk mengunduh aplikasi. Akhirnya banyak yang balik kanan. Apalagi, yang bersangkutan tidak membawa kartu bukti sudah divaksin. Saya belum tahu informasi ini. Ternyata ada aplikasinya, tutur Nurul Jannah, salah seorang warga Romokalisari.

Hal serupa dialami Sandi Wijaya. Dia mengaku belum mengetahui persyaratan masuk ke KBS selama masa uji coba. Dia dan keluarganya pun kesulitan masuk. Maklum, dia belum mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Belum tahu. Kalau ribet ya pilih pulang saja, ujarnya saat ditemui di pintu loket KBS.

Pengawasan ekstraketat dilakukan manajemen KBS. Sebab, pihak PDTS tidak mau kecolongan. Tim satgas Covid-19 internal pun disebar ke seluruh area KBS. Jumlahnya 85 orang. Selain di dalam area wisata, satgas internal tampak berjaga-jaga di area pintu masuk.

Mereka memelototi setiap pengunjung yang akan masuk agar mematuhi prokes sesuai dengan aturan. Dengan pengeras suara, petugas terus mengingatkan pengunjung untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak.

Pantauan koran ini, anak-anak ternyata diperbolehkan masuk area KBS. Humas KBS Agus Supangat menyampaikan, anak-anak harus didampingi orang tuanya. Dan, orang tua harus sudah divaksin Covid-19. Mereka juga wajib men-scan QR code PeduliLindungi. Anak-anak bisa masuk. Asalkan orang tua yang mendampingi sudah divaksin, jelas Agus.

Manajemen juga meminimalkan sentuhan fisik untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 di area KBS. Karena itu, pemesanan tiket harus dilakukan secara online melalui laman www.surabayazoo.co.id.

Pada hari pertama KBS beroperasi kemarin, ada sejumlah wahana yang masih ditutup. Di antaranya, wahana tunggang gajah, kid zoo, wisata perahu, feeding time satwa, akuarium , kolam renang, dan wahana animals education. Berbagai lokasi favorit itu memang digemari anak-anak. Karena rawan menimbulkan kerumunan, zona tersebut masih ditutup. Ini akan terus kami evaluasi, tutur Agus.

Selain pengunjung biasa, kemarin ada pengunjung yang datang sambil gowes. Namun, itu hanya dibuka pukul 06.00 hingga 10.00. Setelah itu, mereka yang menggunakan sepeda ontel harus keluar dari area KBS. Menurut Agus, penggowes diperbolehkan masuk KBS hanya saat weekend. Yaitu, Sabtu dan Minggu.

Sementara itu, kemarin juga diadakan vaksinasi di dalam KBS. Dirut PDTS KBS Khairul Anwar menyampaikan, pihaknya menyediakan layanan vaksinasi di tempat. Total ada 1.000 dosis yang disediakan.

KENDALA HARI PERTAMA KBS BEROPERASI:

Banyak pengunjung tak bisa masuk karena terkendala aplikasi PeduliLindungi.

Pengunjung tidak bisa men-download aplikasi karena perangkat ponsel tak memadai.

Pengunjung punya smartphone, tapi tidak terbiasa dengan aplikasi. Untuk kasus itu, mereka bisa dibantu petugas.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi harus disosialisasikan lebih masif.

Masih ditemukan adanya kerumunan. Terutama di bagian pintu masuk.

Masih ditemukan pengunjung tidak disiplin prokes. Terutama tidak memakai masker.

Anak-anak boleh masuk asalkan didampingi orang tua yang sudah divaksin.

Artikel Asli