Makin Seru, Perang Opini Demokrat AHY Vs Moeldoko

rm.id | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 12:30
Makin Seru, Perang Opini Demokrat AHY Vs Moeldoko

Perang informasi di media massa berlangsung seru antara kubu DPP Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang dan DPP Partai Demokrat hasil Kongres Jakarta. Perang opini dan saling tuding mewarnai pemberitaan di media cetak dan elektronik maupun media sosial.

Kubu Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang sebelumnya mengklaim telah didatangi pengurus DPP hasil Kongres Jakarta. Mereka menuding Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendekati penggugat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ke Mahkamah Agung (MA) maupun Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk mencabut gugatannya.

Nama-nama mantan perwira menengah TNI yang kini menjadi anak buah AHY, seperti Okky, Muhammad Iftitah Sulaiman, dan Made, disebut-sebut mendatangi kediaman penggugat Muhammad Isnaini di Ngawi, Jawa Timur dan Binsar Sinaga di Samosir, Sumatera Utara.

Satu di antaranya, Binsar memilih datang ke Jakarta untuk mencabut gugatannya. Hal ini menyusul pengakuan Isnaini saat melakukan jumpa pers di Rumah Makan Kapau, Pondok Indah, Jakarta, Sabtu 2 Oktober lalu.

Sembari menunjukkan foto saat ditemui utusan AHY, Isnaeni mengaku dirinya didatangi salah satu pengurus DPP PD Kongres Jakarta yang diketahui bernama Okky.

"Iming-iming yang saya dapat berupa uang tunai dengan nilai bombastis dan akan kembali menjabat sebagai Ketua DPC Ngawi," ujarnya saat jumpa pers di Rumah Makan Kapau, Pondok Indah, Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dia mengaku berbagai tawaran itu malah lebih membangkitkan semangat mereka untuk berjuang. Karena melalui tindakan itu, kian membuktikan bahwa apa yang mereka perjuangkan berada di garis yang benar.

"Kami akan terus berjuang bersama Jenderal (Moeldoko, Ketua Umum PD hasil KLB Deli Serdang)," ucapnya.

Namun Demokrat kubu hasil Kongres Jakarta membantah pernyataan para penggugat AD/ART dari kubu KLB Deli Serdang yang mengaku ditawari iming-iming agar mencabut tuntutan tersebut.

"Saya sudah cek. Informasi itu tidak benar. Mereka ini memang sedang mencari sensasi, dengan menyebar berbagai informasi yang tidak benar untuk mendapatkan perhatian. Jadi, sama sekali tidak ada upaya-upaya seperti itu. Informasi itu tidak benar," tandas Ketua DPP Demokrat Kamhar Lakumani, Minggu (3/10). [ UMM ]

Artikel Asli