Raih Rp 2,18 T Dari DST Global, Ajaib Jadi Unicorn Fintech Investasi Pertama Di Asia Tenggara

Nasional | rm.id | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 10:45
Raih Rp 2,18 T Dari DST Global, Ajaib Jadi Unicorn Fintech Investasi Pertama Di Asia Tenggara

Ajaib, fintech investasi saham dan reksdana, menjadi unicorn ke-7 di Indonesia setelah menggalang dana Seri B senilai US$ 153 juta atau sekitar Rp 2,18 triliun dari DST Global. Hal ini menjadikan Ajaib sebagai fintech unicorn investasi pertama di Asia Tenggara.

Pencapaian ini diperoleh Ajaib dalam dua setengah tahun pertama, menjadikan Ajaib sebagai startup tercepat yang meraih status unicorn dalam sejarah Asia Tenggara.

Pendanaan kali ini pun membawa jumlah total yang dikumpulkan oleh Ajaib menjadi US$ 243 juta atau sekitar Rp 3, 47 triliun pada tahun 2021 saja.

Pendanaan Seri B ini dipimpin oleh DST Global, bersama dengan investor terdahulu Ajaib, yaitu Alpha JWC, Ribbit Capital, Horizons Ventures, Insignia Ventures, dan SoftBank Ventures Asia. DST Global dan Ribbit Capital juga merupakan investor besar dalam Robinhood, fintech investasi saham di Amerika Serikat yang sering disandingkan dengan Ajaib.

Disandingkannya Ajaib dengan Robinhood membuktikan bahwa kemajuan kapabilitas teknologi dan pasar modal di Indonesia mampu bersaing dengan pasar global.

Sejalan dengan hal tersebut, belum lama Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan hasil diskusinya dengan Presiden Jokowi yang menginginkan lebih banyak perusahaan unicorn dari Indonesia.

Saat ini ada enam startup yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar 14,28 trilun yaitu GoTo, Bukalapak, Traveloka, OVO, J&T Express, dan Xendit.

Masuknya Ajaib ke jajaran perusahaan unicorn asal Tanah Air ini merupakan wujud nyata dari aspirasi tersebut. Pertumbuhan Ajaib merupakan bukti kebangkitan kekuatan investor ritel di negara berpenduduk terbesar keempat di dunia.

Co-Founder & CEO Ajaib Group Anderson Sumarli mengatakan,Ajaib akan menggunakan dana tersebut untuk merekrut secara besar-besaran talenta terbaik dan melakukan kampanye edukasi untuk menginspirasi lebih banyak investor pemula.

Misi kami adalah untuk menyambut investor generasi baru ke layanan keuangan modern. Indonesia masih memiliki penetrasi investor saham sebesar 1 persen. Dan perjalanan kami masih panjang untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia, ujar Anderson, Senin (4/10).

Misi ini tampaknya sejalan dengan misi pemerintah dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan serta memperkuat pasar modal Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Ajaib selama ini berkomitmen untuk memberikan edukasi keuangan terutama dalam bidang investasi melalui Program Generasi Saham yang telah dilakukan bersama BEI di berbagai daerah dengan literasi keuangan rendah.

"Hingga saat ini, program tersebut sudah menjangkau 26 kota, dari ibukota hingga Papua. Selain itu, Ajaib juga melakukan edukasi secara daring setiap harinya sebagai bentuk komitmen Ajaib dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, terutama untuk pasar modal," ujar Anderson.

"Keberhasilan Ajaib merupakan bukti nyata pertumbuhan dan kekuatan teknologi dan pasar modal Indonesia. Sebagai orang Indonesia, kami sangat bangga Ajaibmembawa dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat, ujar General Partner di Alpha JWC, Chandra Tjan.

Bulan lalu, Ajaib mengumumkan pengangkatan Andi Gani Nena Wea, Komisaris UtamaBUMN dan sosok yang dekat dengan Presiden Jokowi, sebagai Komut Ajaib.

Ajaib telah membangun produk kelas dunia dengan menggunakan teknologi modern untuk melayani generasi muda Indonesia dalam memasuki pasar modal, ujar Managing Partner DST Global Thomas Stafford. [ NOV ]

Artikel Asli