Atlet gantole jatuh di atap rumah warga, jalani perawatan intensif

brilio.net | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 10:23
Atlet gantole jatuh di atap rumah warga, jalani perawatan intensif

Brilio.net - Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2021 baru saja dibuka. Seluruh atlet dari penjuru Tanah Air berkumpul untuk bertanding demi memperebutkan medali. Namun baru dua hari PON berjalan, kabar kurang mengenakkan datang dari atlet Sumatera Barat (Sumbar) saat mengikuti pertandingan gantole.

Atlet gantole, Khaidir Anas, mengalami insiden jatuh saat berlaga di kelas A Lintas Alam Lapangan Advent Doyo Baru PON Papua XX 2021, pada Minggu sekitar pukul 12.50 WIT. Khaidir mendarat darurat di atap rumah warga dan menggantung di atas.

Video penyelamatan Khaidir dibagikan oleh salah satu pengguna Twitter @jayapuraupdate, pada Minggu (3/10). Dalam video berdurasi 45 detik sejumlah warga dan polisi membantu menolong Khaidir lepas dari atap rumah yang menjeratnya. Dalam video itu tampak atap rumah warga yang jebol dan rusak karena pendaratan darurat tersebut.

Atlit paralayang mendarat di pemukiman warga...

Untung baik bukan di pemukiman buaya..yg dekat situ. pic.twitter.com/TCFXLEGg1f

Timur Matahari (@jayapuraupdate) October 3, 2021

Lihat disini

Khaidir Anas yang terjatuh dalam laga gantole langsung menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Youwari, Kota Jayapura. Melansir dari Antara, Senin (4/10), Philips R Sakti pelatih gantole Sumbar Khaidir sudah mendapatkan perawatan intensif.

Dari hasil tes radiologi yang dijalani, Khaidir mengalami tulang punggung yang merenggang. Pendaratan yang tak mulus itu membuat wajah Khaidir lecet dan lebam. Ia juga sempat shock dan mengalami sesak napas sehingga diberikan oksigen.

"Hasil ini tentu membuat Khaidir Anas tidak dapat melanjutkan pertandingan di kelas A untuk kategori lintas alam," kata Philips dikutip dari Antaranews.com, Senin (4/10).

foto: Twitter/@jayapuraupdate

Philips menduga penyebab atletnya terjatuh bukan karena faktor angin yang kencang, melainkan penggunaan layangan yang baru dengan teknologi yang canggih sehingga sulit untuk dikendalikan.

"Alat ini memiliki mobilitas yang tinggi dan juga liar untuk dikendalikan. Selain itu alat ini mampun membuat atlet menyelesaikan kategori lintas alam dalam waktu yang cepat," tambahnya.

Philips mengungkapkan alat tersebut jarang digunakan oleh Khaidir selama latihan. Saat Khaidir hendak latihan menggunakan alat tersebut, rupanya layangan ini sedang digunakan untuk perlombaan lain.

foto: Twitter/@jayapuraupdate

"Saat di PON Papua ini ada waktu untuk latihan jelang tanding namun Khaidir tidak mendapatkan jadwal dan layangan itu digunakan pada perlombaan tadi," ungkapnya.

"Saya sudah mengingatkan untuk menggunakan layangan yang lama saja namun sebagai pelatih tidak mau memaksakan kehendak. Saya berharap dia segera sembuh dan tidak memberikan dampak kepada rekan lainnya," imbuhnya.

Jatuhnya Khaidir Anas bisa memberikan pengaruh kepada rekannya Rijalul Fathoni yang juga berlaga di kelas yang sama pada saat pertandingan. Rijalul dinyatakan Do Not Fly (DNF) karena tidak memenuhi jadwal terbang yang diberikan panitia.

 

Artikel Asli