Khamenei Bela Keputusan Latihan Militer Dekat Azerbaijan

republika | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 10:01
Khamenei Bela Keputusan Latihan Militer Dekat Azerbaijan

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei membela keputusan Teheran menggelar latihan dekat perbatasan Azerbaijan. Pemerintah Iran yakin Baku memiliki hubungan dengan Israel, meski Khamenei tidak menyebut nama negaranya.

"Isu-isu mengenai tetangga barat laut Iran harus diselesaikan dengan bijak mengandalkan negara-negara, melalui kerja sama tentara negara tetangga dan dengan menghindari kehadiran pasukan militer asing," kata Khamenei seperti dikutip, Al Arabiya , Senin (4/10).

"Terkait barat laut Iran, Angkatan Bersenjata Iran bertindak atas wewenang dan kebijasanaanya, baiknya yang lain juga bertindak bijaksana dan tidak membiarkan kawasan menghadapi masalah," tambahnya.

Ia juga mengatakan kehadiran pasukan asing di Timur Tengah adalah 'sumber kehancuran'. Khamenei mendesak negara-negara tetangga Iran untuk 'tetap merdeka' dan 'menggabungkan kekuatan'.

Angkatan bersenjata Iran menggelar latihan dekat perbatasan Azerbaijan mulai Jumat (1/10) lalu. Teheran skeptis dengan hubungan Baku dengan Barat pada umumnya dan dengan Israel khususnya.

Iran mengerahkan artileri, drone dan helikopter dalam latihan tersebut.
"Kami tidak menoleransi kehadiran dan aktivitas Israel sebelah perbatasan kami yang mengancam keamanan nasional kami, dan kami akan menggelar tindakan yang diperlukan untuk mengatasi itu," kata Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.

Dalam beberapa bulan terakhir Azerbaijan dan Israel memperkuat kerja sama militer. Israel mengirim pasokan drone canggih untuk membantu Azerbaijan dalam konflik melawan Armenia di perbatasan Nagorno-Karabakh tahun lalu.

Dalam wawancaranya dengan media Turki Anadolu Agency pekan lalu Presiden Ilham Aliyev mengungkapkan kekhawatiran mengenai latihan militer Iran tersebut. Ia mengatakan tindakan Teheran 'sangat mengejutkan' karena tidak ada latihan militer semacam itu selama tiga dekade.

"Berdasarkan analisa pada satu titik waktu tertentu, kami melihat hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, mengapa sekarang? Mengapa persis di perbatasan kami?" kata Aliyev.

Artikel Asli