Percepat Kepemilikan NIB Menuju PEN

radarjogja | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 08:34
Percepat Kepemilikan NIB Menuju PEN

RADAR JOGJA Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja mendorong pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) memiliki legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB). Tujuannya agar bisa masuk dalam intervensi pemerintah. Hal ini, dalam rangka menuju Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Dinperinkop UKM) Kota Jogja, Tri Karyanto Riyanto mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk menggeliatkan kembali kegiatan ekonomi pelaku UMKM baik secara online dan offline. Sejalan dengan dibukanya kembali event atau kegiatan outdoor selama PPKM Level 3 di Kota Jogja. Salah satu upaya saat ini juga melakukan kurasi agar UMKM bisa kembali mempromosikan produknya secara offline. Kita mendorong UMKM itu biar go tidak hanya berkutik di sini saja, katanya Minggu (3/10).

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Dinperinkop UKM) Kota Jogja, Tri Karyanto Riyanto.(Winda Atika Ira Puspita/Radar Jogja)

Namun, untuk mengintervensi mereka ini terkendala oleh NIB. Dari 22 ribuan UMKM di Kota Jogja baru sekitar 50 persennya yang memiliki NIB. Masih banyak pelaku UMKM belum memiliki kesadaran akan pentingnya legalitas NIB tersebut. Terbaru ini, ada 16.714 UMKM yang sudah mengantongi NIB. Sisanya masih kesulitan mengakses atau usahanya yang belum fokus. Kita tetap mendampingi ketika Dinas ada kegiatan-kegiatan di wilayah seperti bimtek, sosialisasi, dan lain-lain kalau ada yang kesulitan mengakses (NIB), ujarnya.

Padahal, diklaim seiring menurunnya kasus Covid-19 di Kota Jogja geliat ekonomi sudah mulai tumbuh. Hal ini dibuktikkan dari pihak-pihak investor baik lokal maupun interlokal yang hendak merangkul Dinperinkop UKM untuk men-display produk-produk para UMKM di toko-toko Malioboro maupun mal-mal di Kota Jogja. Tetapi, agar masuk intervensi satu syarat produk mereka bisa dibantu display atau promosi jika sudah mengantongi NIB, ber-KTP Jogja, dan memiliki produk berkualitas. Menurut dia, setiap ada momentum dinas yang melibatkan UMKM otomatis itu sebagai ajang kurasi produk. Kami punya data-data UMKM yang akan dipromosikan di berbagai even. Hasil kurasi kita informasikan ke pihak yang kami kerjasamakan, bahwa layak atau tidak, jelasnya.

Selain itu, Dinperinkop UKM juga banyak melakukan kemitraan, dengan komitmen pelaku usaha besar wajib bermitra dengan pelaku usaha kecil. Salah satu yang sudah ditindaklanjuti ialah merangkul PT KAI dengan membuka sentra khusus UMKM dan Tempo Gelato Jalan Taman Siswa yang menggerakkan pengunjungnya ke Griya UMKM yang dalam jangka panjang bakal dipermanenkan untuk mendisplay produk UMKM. Sehingga harus punya NIB sebagai legalitas itu. NIB itu juga syarat untuk mengakses atau mendapat fasilitas bantuan dari pemerintah kayak BPUM. Dan juga syarat pintu masuknya untuk izin-izin yang lain, terangnya.

Sementara, salah satu dari lima mentor Garda Transfumi Kemenkop UKM yang bertugas di Kota Jogja, Muhervi Emasna mengatakan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk memiliki NIB sudah dilakukan sejak Juni lalu. Hingga saat ini, sebanyak 170 UMKM didampingi mendapat NIB dari target 200 pelaku usaha. Sekitar 70 persennya adalah pelaku kuliner, dan sisanya adalah pelaku usaha di bidang fesyen, kriya, dan jasa seperti bengkel, katanya.

Menurutnya, selama ini pelaku usaha kurang memiliki kesadaran untuk mengurus NIB karena belum mengetahui fungsi nomor legalitas usaha tersebut. Hal ini yang kemudian diedukasi ke pelaku usaha bahwa memiliki NIB bisa membuka peluang untuk memperoleh sertifikasi lain. Misalnya halal untuk usaha kuliner atau Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk kerajinan dan fesyen, ujarnya.

Persyaratan untuk mengajukan NIB dinilai sangat mudah yaitu memiliki KTP dan usaha. Namun banyak pelaku UMKM yang kesulitan mengisi data teknis usaha seperti kapasitas produksi dan kapasitas penjualan. Kami pun harus mendapingi mereka untuk mengisi data-data teknis tersebut. Harapannya, akan semakin banyak pelaku usaha yang mengurus NIB, tambahnya yang menyebut program Garda Transfumi dilakukan di seluruh Indonesia, total terdapat 200 mentor di seluruh Indonesia dan 46 di antaranya bertugas di DIJ. (wia/pra)

Artikel Asli