Operator Kapal Berharap Merger PT Pelindo I–IV Tak Ganggu Pelayanan

jawapos | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 09:48
Operator Kapal Berharap Merger PT Pelindo I–IV Tak Ganggu Pelayanan

JawaPos.com Merger PT Pelindo IIV resmi direalisasikan Jumat (1/10). PT Pelindo muncul dengan jajaran direksi barunya. Menanggapi hal itu, perusahaan pelayaran berharap merger tak menurunkan kualitas layanan di pelabuhan.

Ketua INSA Surabaya Stenvens H. Lesawengen berharap manajemen Pelindo tidak buru-buru melakukan rotasi. Sebab, pemindahan SDM yang tak tepat justru akan menurunkan kualitas pelayanan.

Hampir semua pelayanan di Surabaya sudah standar. Kami berharap merger tak mengganggu arus logistik, kata Stenvens.

Sejauh ini, kata Stenvens, operator kapal memang belum merasakan adanya dampak negatif akibat meger. Namun, sejumlah kekhawatiran mulai dirasakan pengusaha. Salah satunya terkait dengan penanganan jika nanti ada persoalan di pelabuhan.

Kantor pusat Pelindo berada di Jakarta. Segala kontrol dilakukan dari ibu kota. Stenvens khawatir ada upaya pengalihan dalam penanganan masalah setelah terjadinya merger. Kami ingin setiap masalah tetap ditangani di Surabaya. Jadi, tidak perlu dibawa ke Jakarta meski pejabatnya di sana (Jakarta, Red), kata Stenvens.

Terkait dengan dipilihnya Surabaya jadi pusat subholding peti kemas, Stenvens mendukung kebijakan tersebut. Dia berharap ada dampak positif pada sektor pelayaran. Harapannya, ada kenaikan arus peti kemas setelah merger diberlakukan.

Sebelumnya, manajemen Pelindo berkali-kali menegaskan bahwa merger tak akan mengganggu pelayanan. Ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan agar pengoperasian tetap jalan. Selama masa transisi, nanti dibentuk empat regional yang mewakili Pelindo IIV. Setiap regional akan dipimpin pejabat yang diberikan sejumlah kewenangan.

Melalui rilis yang diterima Jawa Pos, Pelindo telah mengenalkan sejumlah direksinya yang baru. Arif Suhartono yang sebelumnya memegang Pelindo II ditunjuk sebagai Dirut Pelindo. Selain Arif, pemerintah menetapkan mantan Boy Robyanto menjadi direktur investasi dan Putut Sri Muljanto jadi direktur pengelola. Keduanya merupakan mantan pejabat di Pelindo III.

Pasca penggabungan, Pelindo akan membentuk sejumlah subholding. Ada empat klaster usaha yang akan dimunculkan, yakni peti kemas dan nonpeti kemas, logistics & hinterland development, marine, serta equipment & port services. Pengklasteran akan diikuti anak perusahaan BUMN masing-masing.

Total aset Pelindo mencapai Rp 112 triliun. Sementara itu, pendapatannya Rp 28,6 triliun. Merger bakal menguatkan posisi Pelindo sebagai operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia dengan total throughput 16,7 juta TEUs.

Artikel Asli