Pelecehan Seksual terhadap Anak, Pengawasan Orangtua Sangat Penting

suarantb | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 02:31
Pelecehan Seksual terhadap Anak, Pengawasan Orangtua Sangat Penting

Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany mengaku, prihatin terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi terhadap dua anak di Kota Mataram. Pelaku tidak lain adalah orang terdekat korban. Pola asuh serta pengawasan orangtua terhadap perkembangan anak dinilai sangat penting. Orangtua tidak boleh melepas anak begitu saja. Ikuti aktivitas anak itu. Ikuti pergerakan anak bilai perlu dimonitor, kata Dewi dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Kasus dugaan perkosaan anak akan diatensi. Pihaknya akan melakukan pendampingan baik secara psikis, emosi dan lainnya. Penguatan mental dinilai Dewi sangat penting. Jangan sampai anak frustasi. Kita lakukan penguatan dari emosi dan psikis anak dulu, ucapnya.

Disampaikan, pelaku pelecehan seksual selama ini adalah orang terdekat korban. Pelakunya itu bisa ayah, paman, pacar, tetangga dan lainnya. Karena itu, di masa pengasuhan orangtua harus mengambil peran memantau tumbuh kembang anak.

Di satu sisi, pihaknya akan memberikan edukasi kepada orangtua melalui program parenting. Konsep dasar parenting adalah orangtua sebagai pembimbing, pengasuh anak anaknya dari perilaku yang diajarkan setiap hari, kemudian cara bicara dan lainnya.

Bagaimanapun juga kata dia, keluarga sebagai madrasah pertama dan utama anak sehingga, orangtua harus memberikan contoh yang baik. Artinya, setiap perilaku maupun tutur kata yang ditunjukkan dan ucapan oleh orangtua akan diikuti oleh anak anak. Karena itu, kita harus berhati hati menjaga perkataan dan perbuatan terhadap anak, pesan Dewi.

Dewi menambahkan, tujuan parenting keluarga untuk meningkatkan keterampilan orangtua dalam melaksanakan pengasuhan dan pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dasar dasar karakter yang baik harus ditunjukan. Anak anak memiliki risiko menjadi korban pelecehan seksual dan lainnya. Hal ini disebabkan ketidakmampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan, sehingga mendorong anak untuk bekerja sebagai pengamen, penjual koran atau pedagang asongan. Secara umum anak anak masih tinggal bersama keluarga, ujarnya. Karena itu, pihaknya melakukan pendekatan untuk turut serta mendorong potensi keluarga. Pendekatan ini untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan sosial, melindungi anak anak sesuai dengan haknya.

Diketahui, dua korban ini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Pelaku TA merupakan kepala lingkungan dan mantan calon legislatif diduga mencabuli korban sejak kelas 6 SD. Sedangkan, pelaku D diduga mencabuli pacarnya. Korban diajak belajar bareng di rumah pelaku dan melampiaskan hasrat seksualnya. (cem)

Artikel Pelecehan Seksual terhadap Anak, Pengawasan Orangtua Sangat Penting pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Artikel Asli