Maruarar Ucapkan Terima Kasih Ke Jokowi Dan Megawati

rm.id | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 07:13
Maruarar Ucapkan Terima Kasih Ke Jokowi Dan Megawati

Maruarar Sirait, putra sulung almarhum Sabam Sirait mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberi perhatian luar biasa saat ayahanda, Sabam Sirait di rumah sakit, dan mengirimkan tim dokter kepresidenan untuk mengecek keadaannya sebelum meninggal dunia.

"Setengah jam sebelum bapak Sabam meninggal dunia, Presiden berbicara dan menguatkan ibu kami," kata Maruarar dikutip Youtube channel Live Streaming Pengantaran Alm bapak Sabam Sirait ke tempat terakhirnya d TMP Kalibata Jaakarta, Minggu (3/10).

Dalam sambutannya, mantan Anggota DPR RI inimengatakan, Jokowi banyak membantu kelancaran prosesi pemakaman Ayahanda, Sabam yang sangat luar biasa.

"Tolong Pak Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Hukum dan HAM ,Yasonna Laolysampaikan salam hormat dari ibu kami, buat Presiden Joko Widodoatas bantuannya yang sangat luar biasa ini," kataMaruarar.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Maruarar kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto

"Terima kasih kepada Ibu Megawati yang sudah menyiapkan protokol partai untuk deklarator dan pendiri PDI pada tahun 1973 yang terakhir dan yang masih hidup," katanya.

Pria kelahiran Medan yang akrab disapa Ara ini mengaku, bangga jenazah ayahanda, Sabam menjadi yang pertama digunakan untuk diantarkan oleh ambulans milik PDI Perjuangan yang baru saja diresmikan oleh Megawati.

Politisi muda PDI Perjuangan ini juga menyampaikan ucapan terima kasih terhadap semua pihak yang hadir dan memberi perhatian selama ini.

"Terima kasih atas kehadirannya, semoga Tuhan membalas kebaikan bapak ibu sekalian," ujar Ara.

Dalam kesempatan itu, Ara mengenang bagaimana ayahandanya, Sabam mendidik para anak anaknya selama hidupnya.

"Kami dididik dengan 4 tradisi, yaitu dengan politik yang kuat, politik kebangsaan, Pancasilais, taat ibadah dan tidak sombong kalau menang dalam berpolitik. Kami selalu bergotong royong di tengah kekurangan, kata Ara. [MFA]


Artikel Asli