Terkuak Di Sidang Mantan Pejabat Pajak KPK Tengah Sidik Delapan Perusahaan Pemberi Suap

rm.id | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 07:10
Terkuak Di Sidang Mantan Pejabat Pajak KPK Tengah Sidik Delapan Perusahaan Pemberi Suap

Diam-diam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyidikan terhadap 8 perusahaan yang juga menyuap pejabat Ditjen Pajak.

Para wajib pajak itu di luar 3 perusahaan yang tercantum dalam surat dakwaan perkara Angin Prayitno Aji (mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak) dan Dadan Ramdani (mantan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak).

Angin dan Dadan diadilikarena menerima suap Rp 50 miliar dari PT Gunung Madu Plantations, PT Bank Pan Indonesia (Panin), dan PT Jhonlin Baratama.

Rasuah itu agar keduanya menyetujui pengurangan kewajiban pajak ketiga perusahaan. Di persidangan terkuak, keduanya juga menerima perusahaan wajib pajak lainnya.

Hal itu diungkap mantan anggota tim pemeriksaan pajak, Febrian. Ia membeberkan wajib pajak memberikan suap lewat anggota tim pemeriksa Yulmanizar.

Hakim lalu mencecar mengenai wajib pajak lain yang pernah menyerahkan uang lewat Yulmanizar. Ada beberapa wajib pajak lain Yang Mulia, tapi itu masih dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Yang Mulia, jawab Febrian yang dimutasi ke Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tingga Akuntansi Negara (PK STAN).

Hakim mengonfirmasi apakah wajib pajak lain itu juga menjadi obyek pemeriksaan tim Febrian. Febrian membenarkan. Berapa PT lagi? kejar hakim.

Sebelum menjawab pertanyaan ini, Febrian sempat menengok ke arah Jaksa KPK. Ia lantas menyebut jumlah wajib pajaknya saja. Saya sebutkan saja, (ada) delapan Yang Mulia, ujar Febrian.

Hakim tidak mencecar 8 nama perusahaan itu. Banyak lagi itu masih dalam proses penyidikan ya, kata hakim.

Namun saat dikonfirmasi mengenai 8 perusahaan ini, KPK mengelak mengemukakan penyidikannya. Kita tunggu hasil sidangnya dulu, dalih Pelaksana Tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri.

Menurutnya, pengembangan perkara bisa dilakukan bila ditemukan bukti permulaan yang cukup. Pihaknya akan mencermati fakta-fakta yang terkuak pada persidangan Angin Prayitno cs.

Pada penyidikan suap pemeriksaan pajak tahun 2016-2017, KPK menetapkan enam tersangka. Yakni Angin Prayitno Aji (Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak 2016-2019) dan Dadan Ramdani (Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak).

Kemudian, Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi, konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations. Veronika Lindawati, kuasa wajib pajak Bank Panin. Terakhir, Agus Susetyo, konsultan pajak PT Jhonlin Baratama.

Angin dan Dadan diduga menyetujui, memerintahkan dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajaksesuai keinginan wajib pajak atau pihak yang mewakilinya. Penetapan angka kewajiban pajak ini tanpa melalui prosedur yang berlaku.

Angin dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebesar Rp 15 miliar pada periode Januari hingga Februari 2018.

Kemudian, menerima suap sebesar 500.000 dolar Singapura yang diserahkan Veronika Lindawatidari total komitmen Rp 25 miliar.

Kurun waktu bulan Juli-September 2019, Angin dan Dadan diduga menerima suap 3 juta dolar Singapura dari Agus Susetyo. [BYU]

Artikel Asli