Jubir: Masyarakat tak Perlu Lagi Takut Divaksin

republika | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 04:37
Jubir: Masyarakat tak Perlu Lagi Takut Divaksin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro, mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia terus meningkat dengan cepat. Ia berharap, tidak ada lagi masyarakat yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Reisa mengatakan, banyak orang yang mendapatkan perlindungan yang baik dari Covid setelah divaksin. Kemudian, kata dia, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terbukti menurun. Laju penularan virus juga menurun, bahkan sekarang di bawah syarat minimal organisasi kesehatan dunia.

"Jadi rasanya tidak perlu lagi menolak vaksin karena ternyata sudah terbukti memberikan perlindungan yang efektif terhadap infeksi ini, terhadap penyakit berat dan terhadap risiko kematian. Jadi tidak perlu lagi takut, apalagi kalau takut dengan efek samping," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Ahad (4/10).

Reisa mengatakan miliaran orang di dunia yang sudah divaksin. Dari jumlah itu tidak ada yang mengalami efek samping fatal. Sehingga menurutnya tidak perlu takut lagi untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

"Lebih baik vaksin sesegera mungkin agar kita mendapatkan perlindungan sesegera mungkin juga, selain dengan disiplin protokol kesehatan," katanya.

Ia menjelaskan vaksin Covid-19 melengkapi ikhtiar untuk mendapatkan perlindungan terhadap virus Covid-19. "Bagi yang belum divaksin, segeralah vaksin. Lengkapi dua dosis dan pastikan dengan merek yang sama dosis pertama dan kedua. Tidak perlu pilih-pilih vaksin, semua vaksin terbukti memberikan proteksi yang efektif," imbuhnya.

Reisa mengungkapkan jumlah masyarakat yang masih menolak vaksin Covid-19 sangat sedikit, tidak sampai 8 persen dari total penduduk Indonesia berdasarkan data Satgas Perubahan Perilaku, beberapa bulan lalu. Ada beberapa hal yang membuat sebagian masyarakat menolak vaksin Covid-19. Salah satunya karena memiliki penyakit penyerta.

Sedangkan penyebab lainnya karena tidak percaya vaksin Covid-19. Kelompok ini kemungkinan terpapar kabar bohong atau hoaks mengenai vaksin. Reisa mengimbau masyarakat agar betul-betul memilah informasi, mana yang akurat dan sumbernya terpercaya. Menurutnya, masyarakat semestinya mendengar pendapat orang yang memang kompeten bicara mengenai vaksin dan Covid-19.

"Sehingga tidak ada lagi termakan hoaks atau mitos-mitos terkait vaksin," tegas Reisa.

Artikel Asli