Loading...
Loading…
Rumah Penerima PKH Ditempeli Stiker

Rumah Penerima PKH Ditempeli Stiker

Nasional | lombokpost | Jumat, 01 Oktober 2021 - 21:33

TANJUNG -Dinas Sosial P3A Lombok Utara sudah mulai melakukan pemasangan stiker pada penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Program yang direncanakan sejak 2019 lalu baru dilakukan secara simbolis di Dusun Gubuk Baru, Desa Tanjung.

Plt Kepala Dinas Sosial P3A Lombok Utara Faturrahman menuturkan, penempelan stiker tersebut untuk mengedukasi masyarakat. Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang tidak mampu.

Sehingga masyarakat yang sudah mampu atau mengalami peningkatan secara ekonomi, secara kesadaran sendiri untuk mengundurkan diri, ujar dia, (1/10).

Faturrahman menegaskan, bagi penerima PKH yang tidak mau rumahnya ditempeli stiker, bisa mengunduran diri. Dalam PKH hal ini dikenal dengan istilah graduasi mandiri.

Yaitu atas dasar kesadaran sendiri karena karena mereka sudah merasa tidak berhak menerima maka mengundurkan diri, sambung dia.

Mantan sekretaris Dinas PUPR KLU itu melanjutkan, penerima PKH juga akan dikeluarkan secara otomatis ketika komponen syarat penerima bantuan tidak ada. Seperti tidak memiliki anak balita, anak sekolah, lansia, hingga penyandang disabilitas.

Jadi dia tidak perlu mengundurkan diri kalau seperti itu, dia sudah secara otomatis dikeluarkan sistem kalau komponennya sudah tidak ada, jelas dia.

Baca Juga :
Rumah Warga Penerima Bantuan PKH di Kota Malang Ditempeli Stiker

Ia melanjutkan, pemasangan stiker akan dilanjutkan kembali pada Senin mendatang. Pemasangan akan dilakukan melalui masing-masing pendamping kecamatan.

Penempelan berikutnya melalui tiap pendamping kecamatan, kata Faturrahman.

Pola penempelan stiker akan dilakukan langsung pendamping ke tiap rumah penerima. Tercatat 83 pendamping dan operator dari dinas sosial yang akan turun langsung ke lokasi penempelan.

Kami menargetkan tahun ini selesai semua, tegas dia.

Jumlahnya mencapai 21.127 penerima. Dengan rincian untuk Kecamatan Pemenang 2.227 penerima, Tanjung 4.575, Gangga 3.919, Kayangan 4.590, dan Bayan 5.816 penerima.

Kecamatan Bayan memang paling banyak, kata dia.

Faturrahman menambahkan, mengenai penambahan penerima pihaknya masih menunggu kuota dari pusat. Kalau merasa malu, mereka harus mengundurkan diri sukarela. Kami akan berikan pada yang lebih membutuhkan, tandas dia.

Bupati Djohan Sjamsu menuturkan pemasangan stiker sebagai tanda warga penerima manfaat PKH di Lombok Utara. Ia mengatakan, pemerintah tidak selamanya memberikan bantuan PKH tersebut. Ketika kehidupan penerima sudah mulai membaik, maka bantuan tersebut akan dihentikan.

Baca Juga :
Cegah Penyimpangan, Rumah Warga Miskin Penerima PKH di Gresik Ditempel Stiker

Kedepannya ditinjau kembali. Jika selama menerima bantuan PKH kehidupan sudah mengalami perubahan ke lebih baik, maka akan diganti untuk selanjutnya diberikan pada yang lebih membutuhkan, pungkas dia. (fer/r9)

Original Source

Topik Menarik