Polda Metro Pastikan Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang karena Korsleting Listrik

Nasional | limapagi.id | Published at Rabu, 29 September 2021 - 15:35
Polda Metro Pastikan Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang karena Korsleting Listrik

LIMAPAGI - Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan enam orang tersangka terkait kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, yang terdiri dari narapidana dan petugas lapas.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, keenam tersangka dijerat dengan Pasal 188 KUHP terkait kelalaian.

"Berdasarkan dari keterangan ahli, bahwa penyebab kebakaran itu adalah karena korsleting listrik atau short circuit ," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 29 September 2021.

Kesimpulan itu, kata Tubagus, diperoleh berdasarkan pemeriksaan 58 orang saksi yang terdiri dari petugas lapas, warga binaan, pihak PLN, pemadam kebakaran, dan keterangan saksi ahli.

"Pertanyaan, yang menyebabkan korsleting listrik apa? Korsleting listrik atau arus pendek atau short circuit itu terjadi akibat adanya arus listrik yang tidak sesuai dengan hambatan," jelas Tubagus.

Tubagus menyampaikan, hambatan yang dimaksud ialah adanya kabel yang tidak sesuai, pemasangan instalasi yang acak-acakan, dan tidak terkontrol melalui MCB atau Miniatur Circuit Break.

"MCB ini fungsinya salah satu men shot , menghentikan arus listrik tadi. Ketika ini dipasang tidak sesuai dengan ketentuan, dipasang secara langsung, maka MCB menjadi tidak berfungsi, terjadi percikan. Itu penyebab titik apinya," ungkap dia.

Terkait pola penyebaran apinya, berdasarkan keterangan ahli ada tiga hal. Di antaranya, sumber panas, oksigen, dan bahan bakar. Saat percikan api muncul, lanjut Tubagus, kondisi Lapas Kelas 1 Tangerang memiliki rongga-rongga yang memungkinkan masuknya oksigen.

"Artinya ketersediaan oksigennya ada, dan yang ketiganya ada bahan bakar yaitu triplek yang ada di atas sambungan-sambungan (kabel) tadi. Sehingga, itulah kemudian terjadinya kebakaran tadi," jelas dia.

Lebih lanjut, hingga saat ini, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya tidak menemukan unsur kesengajaan dalam kasus ini. Penyidik sepakat kebakaran disebabkan unsur kelalaian.

"Apa lalainya? Lalainya dipasang aliran listrik yang tidak sesuai dengan ketentuan, dengan alat yang tidak tepat, dan juga dipasang oleh bukan orang yang profesional seharusnya," tuturnya.

Sebagai informasi, ruangan Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang terbakar pada Rabu, 8 September 2021 pukul 01.50 WIB. Api baru bisa dipadamkan pukul 03.30 WIB.

Lapas tersebut menampung 2.072 narapidana, dengan 122 di antaranya di ruangan Blok C2. Total, 49 narapidana meninggal dunia akibat peristiwa itu.

Artikel Asli