Benarkah Orang Kidal Pasti Pintar?

republika | Nasional | Published at Selasa, 28 September 2021 - 19:20
Benarkah Orang Kidal Pasti Pintar?

REPUBLIKA.CO.ID, J AKARTA -- Dari populasi global, mungkin hanya ada 10 persen orang kidal. Hingga kini, sedikitnya orang dengan kebiasaan kidal menimbulkan banyak pandangan bahwa orang kidal disebut pintar.

Tiga dari enam presiden Amerika terakhir adalah orang kidal; George HW Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama. Ditambah lagi, banyak tokoh dunia lainnya yang kidal, dan menorehkan sejarah. Menurut laporan 2019 dan The New York Times, mereka yang kidal dan jenius, seperti Michelangelo, Leonardo da Vinci, Paul McCartney, David Bowie, Jimi Hendrix, James Baldwin, Nikola Tesla, Oprah Winfrey, Bill Gates, dan Steve Jobs.

Namun, benarkah orang-orang yang kidal jauh lebih pintar dari orang yang biasa menggunakan tangan kanan? Untuk menyelidiki pertanyaan tersebut, para peneliti melihat perbedaan dalam prestasi matematika antara lebih dari 2.300 siswa kidal dan kanan antara usia 6-17 tahun di Italia. Meskipun tidak ada perbedaan ketika melihat soal matematika yang lebih mudah, siswa kidal memiliki keunggulan signifikan pada soal yang lebih sulit.

Hal itu diungkapkan dalam studi tahun 2017 di jurnal Frontiers yang dipimpin oleh asisten profesor di Institute for Comprehensive Medical Science di Fujita Health University di Jepang, Giovanni Sala. Pertanyaan lainnya muncul, yakni mengapa tangan dominan seseorang ada hubungannya dengan kemampuan matematika?

Orang kidal dikaitkan dengan beberapa perbedaan mengejutkan dalam arsitektur otak. Sebuah meta-analisis tahun 1995 dari 43 studi dalam jurnal Psychobiology menetapkan bahwa orang kidal memiliki corpus callosum (kumpulan serabut saraf yang menghubungkan dua belahan otak) yang jauh lebih besar daripada orang yang kanan. Dalam beberapa kasus kondisi ini mungkin tergantung pada bagaimana seseorang menjadi kidal.

"Tangan adalah sifat yang sangat kompleks, dan khususnya kidal dapat menjadi keuntungan atau kerugian tergantung pada apa penyebabnya," kata Sala kepada Live Science , dilansir Selasa (28/9).

Terkadang, kidal dapat disebabkan oleh beberapa jenis kerusakan otak, ketika belahan kanan harus mengambil alih karena ada semacam kerusakan di belahan kiri. Menurut sebuah penelitian tahun 1985 di jurnal Brain and Cognition , kerusakan ini bisa disebabkan oleh lesi hemisfer yang terjadi sebelum lahir.

Jika lesi terjadi di belahan otak kiri, maka ini dapat menyebabkan individu tersebut lebih banyak menggunakan belahan kanan otaknya. Karena belahan otak diindeks silang, artinya belahan kiri mengontrol sisi kanan tubuh, dan sebaliknya, belahan kanan yang dominan dapat menyebabkan kidal.

Studi tersebut menyebut ini sebagai kidal patologis dan mencatat bahwa hal itu dapat menyebabkan kesulitan belajar. Dengan kata lain, terkadang menjadi kidal dikaitkan dengan masalah belajar.

Artikel Asli