Bikin Keuangan Rawan, Jangan Buat 4 Kesalahan Ini saat Ajukan Pinjol

jawapos | Nasional | Published at Selasa, 28 September 2021 - 18:20
Bikin Keuangan Rawan, Jangan Buat 4 Kesalahan Ini saat Ajukan Pinjol

JawaPos.com Hadirnya layanan pinjaman online tak diragukan lagi mampu membawa angin segar bagi masyarakat untuk lebih mungkin mendapatkan bantuan finansial. Melalui pinjaman online, masyarakat mampu mendapatkan layanan kredit yang mudah untuk diajukan, dan mampu dijangkau oleh hampir semua kalangan. Cukup bermodalkan KTP, NPWP, dan slip gaji saja, Anda sudah bisa menjadi nasabah pinjaman online dengan mengajukan via aplikasi pinjaman uang di smartphone.

Sayangnya, adanya aplikasi pinjaman online ini juga bisa berujung petaka jika tidak dibarengi dengan edukasi serta pemahaman yang cukup. Tak sedikit orang yang sembarangan dalam mengajukan pinjaman online tanpa mempertimbangkan sejumlah aspek dan risikonya. Terutama dalam hal legalitas, kredibilitas, serta mekanismenya.

Jika sudah salah dalam mengajukan pinjaman online, bukannya untung yang didapat, produk keuangan tersebut hanya akan membawa kondisi keuangan Anda ke ujung tanduk. Nah, agar penggunaan pinjaman online dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman serta tak membawa masalah baru, simak 4 kesalahan yang sering dilakukan oleh pengguna layanan keuangan tersebut berikut ini.

1. Asal Memilih Penyedia Pinjaman Online
Di antara banyaknya perusahaan fintech atau financial technology yang menawarkan layanan kredit berupa pinjaman online, hanya segelintir saja yang aman dan terpercaya. Ciri utama sebuah layanan pinjaman online resmi dan kredibel adalah terdaftar serta mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Meneliti penyedia pinjaman online yang bakal dipilih adalah langkah krusial dan wajib dilakukan siapa saja yang berencana mengajukan pinjaman pada layanan kredit tersebut. Pasalnya, jika terlanjur mengajukan pinjaman di pinjol ilegal, Anda berisiko mendapatkan bunga dan denda keterlambatan yang mencekik keuangan.

Selain itu, data diri juga menjadi lebih rentan untuk disalahgunakan, serta berpotensi mendapatkan perlakuan yang menyalahi hukum dari debt collector saat menunggak cicilan. Agar terhindar dari risiko buruk tersebut, pastikan untuk mengajukan pinjaman online pada layanan yang resmi dan terbukti terdaftar di OJK saja.

2. Melakukan Praktik Gali Lubang Tutup Lubang
Segala hal yang memudahkan memang berisiko untuk digunakan dengan cara yang salah dan berlebihan, tak terkecuali pinjaman online. Karena syarat dan proses pengajuannya yang begitu ringan, tak sedikit orang yang memanfaatkan layanan pinjaman tersebut untuk menutupi beban utang lainnya yang sudah mendekati jatuh tempo atau gali lubang tutup lubang.

Sebagai contoh, Anda memiliki beban utang di layanan A dan belum bisa membayarnya. Lalu, Anda memutuskan untuk mengajukan pinjaman baru di layanan B untuk melunasi cicilan utang di layanan A, begitu seterusnya. Tidak menyelesaikan masalah, kebiasaan ini hanya akan membuat beban utang terus berlanjut dan cicilannya semakin membengkak.

Alih-alih melakukan hal tersebut, alangkah baiknya jika Anda mengajukan keringanan pinjaman saja, seperti, penurunan tingkat bunga, memperpanjang tenor, dan sebagainya. Dengan begitu, utang akan lebih mungkin untuk diatasi dan tidak akan menjadi beban keuangan yang berkepanjangan.

3. Mengajukan Pinjaman Tanpa Memahami Kemampuan Keuangan
Pada dasarnya, setiap layanan pinjaman online yang resmi akan mencari tahu dulu kondisi finansial dan kemampuan bayar calon nasabahnya. Dengan begitu, pihak pinjaman online mampu menentukan limit kredit yang layak diberikan kepada kliennya tersebut dan meminimalisir risiko terjadinya gagal bayar. Melalui simulasi kredit yang ditawarkan oleh hampir semua pinjaman online resmi pula masalah tersebut bisa dihindari.

Namun, tetap saja ada pengguna pinjol yang nekat mengajukan pinjaman melebihi kemampuan finansialnya. Alhasil, nominal cicilan terlalu berat untuk dilunasi, menunggak, dan akhirnya pokok kredit semakin membengkak akibat denda keterlambatan. Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut terjadi, pahami dulu kondisi keuangan saat ini agar pengajuan pinjaman tak berakhir menjadi petaka.

4. Gampang Tergiur Tawaran Fintech Ilegal
Meskipun OJK sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberantas fintech ilegal, keberadaannya tidak akan pernah bisa sepenuhnya dihilangkan. Pasalnya, layanan pinjaman berbasis online sangat mudah untuk dibuat dan pelakunya sulit untuk bisa dilacak lokasinya.

Selain itu, ada 1001 modus yang bisa dilakukan oleh oknum pinjaman online dalam menjebak korbannya. Namun, asal mengetahui ciri-ciri tawaran pinjaman online yang palsu, dapat dipastikan Anda tidak akan terjebak. Cara teraman untuk membedakan fintech asli dan palsu adalah dengan mengecek status usahanya di situs resmi OJK.

Jika nama fintech tersebut tercantum pada daftar fintech legal dan terdaftar di OJK, artinya Anda boleh mengajukan pinjaman pada layanan tersebut. Sebaliknya, jika tidak terdaftar, apalagi tercantum pada pengumuman fintech bermasalah atau ilegal, jangan pernah untuk terpikir mengajukan pinjaman pada layanan tersebut.

Ajukan Pinjaman Online dengan Cara yang Tepat agar Optimal Dapatkan Manfaatnya

Pinjaman online sebenarnya merupakan produk pinjaman dengan risiko yang tak jauh berbeda dengan produk pinjaman lainnya. Jika digunakan dengan cara yang tepat, risiko buruknya tentu bisa diminimalisir. Oleh karena itu, agar pemakaian pinjaman online tetap aman bagi keuangan, pastikan untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang disebutkan di atas dan ajukan dengan bijak, ya!

Artikel Asli