Loading...
Loading…
Pupuk Subsidi di Kabupaten Bima Dijual Secara Bebas Lebihi HET

Pupuk Subsidi di Kabupaten Bima Dijual Secara Bebas Lebihi HET

Nasional | suarantb | Jumat, 24 September 2021 - 01:43

Bima (Suara NTB) Pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Bima diduga dijual secara bebas. Bahkan harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, praktek penjualan bebas pupuk subsidi itu terjadi Dusun Lia Desa Punti Kecamatan Soromandi. Warga setempat membeli pupuk subsidi yang dijual pribadi warga Dusun Manggekompo Desa Kala Kecamatan Donggo seharga Rp200 ribu persak.

Informasi tersebut juga tidak dibantah Kabid Distribusi dan Informasi Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bima, Budi Gunawan, SE, M. SE. Ia mengakui penjualan pupuk subsidi bebas yang melebihi HET memang marak terjadi.

Tidak hanya di Desa Kala. Dugaan praktek seperti ini juga terjadi di Desa Mbawa hingga di wilayah Kecamatan Parado, katanya.

Ia mengaku dugaan praktek penjualan pupuk subsidi secara bebas itu masih ditelurusi oleh pihaknya. Informasi yang diketahuinya, modus penjualannya menggunakan pik up dan truk. Sedangkan harga yang dipatok kisaran antara Rp175 ribu hingga Rp200 persak.

Masih ditelusuri. Apakah praktek penjualan pupuk subsidi seperti ini dilakukan oknum warga, pengecer atau distributor, terangnya.

Menindaklanjuti persoalan itu, Budi mengaku pihaknya sudah berkoordinasi hingga memberikan teguran kepada Distributor di wilayah yang ditemukan persoalan itu. Hanya saja pengakuannya tidak menjual pupuk subsidi selain ke pengecer yang sudah ditunjuk. Sudah ditanyakan langsung ke pihak Distributor. Jawabannya pupuk hanya disalurkan atau dikeluarkan ke pengecer saja, ujarnya.

Budi menegaskan, apabila ada kasus atau ditemukan langsung adanya praktek penjualan pupuk subsidi yang tidak sesuai aturan, masyarakat diharapkan bisa melapor ke Pemerintah Desa (Pemdes) atau Aparat Kepolisian terdekat.

Kalau ada oknum warga, pengecer atau distributor yang menjual pupuk diatas HET, atau pupuk subsidi dijual paketan dengan nonsubsidi bisa langsung diamankan untuk diproses hukum, katanya. Ia berharap Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) di tingkat Kecamatan yang di Ketuai Camat, Seketraris pihak Kepolisian, dan Anggota dari Pemdes agat bisa memperketat serta meningkatkan pengawasan.

Tingkat pengawasan harus diperketat. Karena lemahnya pengawasan, pupuk subsidi leluasa dijual bebas oleh oknum-oknum tertentu, ujarnya. Disamping itu, Budi juga mengingatkan dan mengimbau para pengecer dan distributor agar menjual pupuk subsidi berdasarkan ketentuan yang sudah diatur oleh Pemerintah. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga kestabilan harga pupuk subsidi.

Pupuk tidak boleh dijual melebihi HET apalagi dijual bebas hingga dengan paketan. Karena ini melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan Pemerintah, pungkasnya. (uki)

Artikel Pupuk Subsidi di Kabupaten Bima Dijual Secara Bebas Lebihi HET pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{