Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Pria Bunuh Diri Saat Live TikTok

Nasional | limapagi.id | Published at Selasa, 21 September 2021 - 15:50
Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Pria Bunuh Diri Saat Live TikTok

LIMAPAGI - Pihak Kepolisian masih menyelidiki kasus kematian pria berinisial SS (29) saat siaran langsung TikTok di sebuah rusun kawasan Jakarta Timur. Rencananya, pihak kepolisian akan menggelar perkara terkait kasus tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Jatinegara, AKP Tri Sambodo, mengatakan, gelar perkara dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tewasnya korban.

"Insya Allah hari Sabtu, 25 September kita lakukan gelar perkara. Mudah-mudahan Senin, 27 September kita sudah bisa tentukan sikap," ujar Tri, dalam keterangannya, Selasa, 21 September 2021.

Menurut Tri, sejauh ini polisi telah memeriksa enam orang saksi terkait kematian korban SS. Mereka yang dimintai keterangan di antaranya pihak keluarga hingga teman-teman korban.

"Sudah enam orang yang diminta klarifikasi. Diantaranya satu adik kandung korban dan teman korban yang melihat langsung pada saat TikTok," ujarnya.

Tri menambahkan, polisi hingga kini masih menunggu keterangan dari satu teman korban lainnya. Setelah itu, pihaknya akan segera melakukan gelar perkara untuk memastikan penyebab kematian korban.

Nanti akan jelas, apakah memang murni kasus bunuh diri atau ada tindakan pidana pembunuhan, tuturnya.

Sebelumnya, viral video bunuh diri SS (29) yang diduga gantung diri sambil menyiarkannya secara langsung atau live di media sosial TikTok, Kamis, 2 September 2021 lalu.

Teman SS yang menonton live itu secara langsung melaporkannya kepada polisi. Namun, saat petugas sampai ke lokasi, SS ditemukan sudah tidak bernyawa.

Dari pemeriksaan awal jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Polisi pun tidak menemukan adanya surat wasiat atau benda-benda peninggalan korban di lokasi.

*Catatan Redaksi:*

Kami menyarankan Anda bisa mencari bantuan apabila mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.

Segera hubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas, biro psikologi, dan juga melalui online, atau Rumah Sakit (RS) terdekat.

Berikut lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa.

1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565

2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025, 8320467

3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841

4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601

5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444

Selain itu, Anda bisa menggunakan layanan konseling psikologi SEJIWA dengan menghubungi nomor 119 (ekstensi 8).

Nomor 119 juga bisa Anda digunakan sebagai layanan darurat untuk memanggil ambulans atau pertolongan pertama pada kecelakaan.

Dengan demikian, 119 dapat digunakan apabila seseorang sudah mencoba melakukan bunuh diri atau situasi lain yang mengancam keselamatan nyawa seseorang.

Artikel Asli