Bupati Rini Akan Buka Tempat Wisata Jika Kabupaten Blitar Berstatus PPKM Level 1

Nasional | jatimtimes.com | Published at Selasa, 21 September 2021 - 15:34
Bupati Rini Akan Buka Tempat Wisata Jika Kabupaten Blitar Berstatus PPKM Level 1

JATIMTIMES -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar belum membuka destinasi wisata meski Kabupaten Blitar saat ini berada di level 2 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Destinasi wisata akan dibuka ketika Kabupaten Blitar masuk PPKM Level 1.

Pembukaan segala sektor akan dilakukan secara bertahap termasuk objek wisata. Rencananya, pembukaan sektor pariwisata sendiri menunggu sebaran Covid-19 di Kabupaten Blitar masuk level 1 atau sudah masuk wilayah zona hijau. Destinasi wisata akan dibuka melihat situasi kondisi di setiap daerah masing-masing," kata Bupati Blitar, Rini Syarifah, Selasa (21/9/2021).

Rini berharap seluruh masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Prokes merupakan kunci agar kasus Covid-19 bisa terus turun. Dengan terus turunnya kasus Covid-19 menjadi tonggak bagi Pemkab Blitar untuk mengoperasikan seluruh sektor agar kembali normal termasuk destinasi wisata.

Untuk sementara waktu pengelola wisata kami minta agar terus menyiapkan seluruh sarana prasarana protokol kesehatan bagi pengunjung. Jika sewaktu-waktu diperbolehkan buka oleh pusat maka semuanya sudah siap 100 persen, tukasnya.

Lebih dalam bupati yang akrab disapa Mak Rini meminta kepada seluruh pengelola destinasi wisata di Kabupaten Blitar agar konsisten dan disiplin menerapkan prokes. Langkah ini untuk mencegah penularan Covid-19," imbuhnya.

Yang prokes bukan hanya masyarakat dan wisatawan, tapi pengelola wisata juga harus disiplin menerapkan prokes, tutupnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik mengatakan, dalam minggu ini, rencananya akan dilakukan rapat membahas pembukaan tempat wisata. Menurutnya, persiapan pembukaan kembali wisata harus dikoordinasikan terlebih dahulu.

"Satu di antaranya dari unsur Satgas Covid-19 internal masing-masing tempat wisata. Hal ini untuk menghindari klaster baru di lingkungan wisata saat nanti dibuka kembali," pungkasnya.

Artikel Asli