Pabrik Hot Strip Mill Diresmikan Jokowi, Ketua DPR : Proyek Baja Trikora Inisiasi Bung Karno

Nasional | inewsid | Published at Selasa, 21 September 2021 - 12:58
Pabrik Hot Strip Mill Diresmikan Jokowi, Ketua DPR : Proyek Baja Trikora Inisiasi Bung Karno

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPR Puan Maharani bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peresmian Pabrik Hot Strip Mill (HSM) 2 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021). Dalam kesempatan itu, Puan menaruh harapan pada industri baja nasional.

Industri baja adalah mother of industry. Tanpa industri baja dan besi, industri pengolahan lainnya tidak akan bisa berproduksi, kata Puan, Selasa (21/9/2021).

Menilik sejarah, kata dia, Krakatau Steel merupakan bagian dari pelaksanaan Proyek Baja Trikora yang diinisiasi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960. Di peletakan baru pertamanya pada tahun 1962, Krakatau Steel awalnya bernama Cilegon Steel Mill yang kemudian resmi beroperasi pada 31 Agustus 1970.

Presiden Soekarno benar-benar memahami itu, sehingga menginisiasi pembangunan pabrik baja di Cilegon tahun 1962, ujarnya.

Hal ini diamini oleh Dirut PT Krakatau Steel, Silmy Karim, yang mengapresiasi kehadiran Puan dalam peresmian pabrik baru BUMN tersebut.

Hal ini tentu menambah kebahagian kami keluarga besar Krakatau Steel, karena cikal bakal Krakatau Steel tidak lepas dari peran besar Presiden RI Pertama Bapak Ir. Soekarno dalam menggagas dan mewujudkan industri baja di Indonesia yang mulai dibangun pada 1962 dengan nama Projek Baja Trikora, kata Silmy dalam sambutannya.

Puan melanjutkan, memperkuat industri baja nasional sebagai salah satu sumber daya strategis, berarti juga menguatkan ekonomi Indonesia agar berdikari. Produk utama Krakatau Steel sendiri adalah Hot Rolled Coil dan Hot Rolled Plate (baja canai panas, plat besi hitam) yang diekspor ke berbagai negara seperti Malaysia, Australia, Jerman, Italia, Portugal, dan Spanyol.

Pemerintah harus secepatnya memperkuat daya saing industri baja nasional, untuk mengurangi ketergantungan kepada impor, tuturnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan ini mengatakan Krakatau Steel mampu melewati masa-masa sulit dengan keberhasilannya melakukan restrukturisasi perusahaan. Puan pun mengingatkan agar perusahaan pelat merah itu melakukan pengelolaan perusahaan yang profesional.

Dengan berlandaskan prinsip good corporate governance, semoga PT Krakatau Steel bangkit menjadi perusahaan besar tingkat dunia, imbuh mantan Menko PMK itu.

Menurut Puan, Industri baja sangat dibutuhkan apalagi di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dia berharap PT Krakatau Steel dapat memenuhi kebutuhan baja nasional untuk menopang pembangunan infrastruktur nasional.

Krakatau Steel harus semakin sehat dan semakin kuat sebagai tulang punggung pembangunan bangsa dan negara kita yang sedang berlari menuju Indonesia Maju, tegasnya.

Kehadiran Pabrik HSM 2 melengkapi pabrik HSM 1 milik Krakatau Steel yang telah ada sejak 1983 di mana karakter atau spesifikasi produk dari kedua pabrik berbeda.

Puan pun mengingatkan agar kemajuan kinerja dari Krakatau Steel harus turut dirasakan oleh masyarakat sekitar di Cilegon dan Banten. Apalagi di tahun 2020, Krakatau Steel mampu mencatatkan laba sebesar Rp 326 miliar dan hingga Juli 2021, perusahaan nasional itu terus melanjutkan tren peningkatan kinerjanya dengan meraih laba bersih sebesar Rp 609 miliar.

Keberhasilan tersebut harus dibarengi dengan upaya penyejahteraan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat yang berada di sekitar Krakatau Steel. Seperti dalam bentuk peningkatan dana CSR, katanya.

Peresmian Pabrik HSM 2 Krakatau Steel ditandai dengan penekanan tombol dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi. Selain Puan, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Direktur Utama PT. Krakatau Steel dan Gubernur Banten Wahidin.

Artikel Asli