Pendapatan Ultra Voucher Tumbuh 139 Persen

Nasional | republika | Published at Selasa, 21 September 2021 - 12:46
Pendapatan Ultra Voucher Tumbuh 139 Persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan voucher diskon digital, PT Trimegah Karya Pratama Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja positif sepanjang Semester I 2021. Hal ini didukung bertambahnya jumlah pelanggan platform Ultra Voucher menjadi 205.000 pengguna per Juni 2021 dibandingkan 123.000 pengguna pada periode yang sama di tahun lalu.

Pada laporan keuangan per Semester I 2021, emiten dengan sandi UVCR ini membukukan pendapatan sebesar Rp 383,14 miliar atau meningkat 139 persen year on year (yoy). Laba bersih juga meningkat signifikan mencapai 130 persen yoy menjadi Rp 1,42 miliar.

Direktur Ultra Voucher, Riky Boy Permata, mengatakan kinerja positif UVCR ini seiring pertumbuhan jumlah customer dari sektor bisnis atau B2B Korporasi dan Reseller, serta pengguna aplikasi dan customer e-commerce . B2B berkontribusi sekitar 34,23 persen dari total pendapatan. Adapun user aplikasi berkontribusi 24,04 persen, dan pelanggan e-commerce 41,73 persen.

Meningkatnya jumlah customer ini menandakan bisnis Ultra Voucher dipercaya dan dinilai prospektif serta memberikan manfaat bagi para pengguna. Kami akan terus menjaga kepercayaan ini dengan meningkatkan produk dan layanan dengan selalu mengedepankan kegiatan bisnis yang berorientasi pada service and reward sejalan dengan visi perusahaan yakni menjadi The Leading Platform in Reward and Everyday Services, kata Riky dalam pernyataan tertulis, Selasa (21/9).

Seiring dengan peningkatan penjualan, Ultra Voucher mendapatkan insentif dalam bentuk diskon dan cashback dari merchant, sehingga laba usaha meningkat 246 persen dibandingkan dengan Semester I 2020. Menurut Riky, realisasi performa Perseroan pada periode tersebut sesuai dengan target Perseroan di sepanjang tahun 2021.

Riky optimistis dengan adanya perolehan dana hasil IPO sebesar Rp 50 miliar, pendapatan usaha bisa meningkat 195 persen. Sementara perolehan laba bersih diyakini dapat meningkat 600 persen di akhir 2021 dibanding akhir tahun lalu.

Dana hasil IPO ini digunakan untuk pengembangan produk dan fitur baru maupun channel distribusi serta pemasaran Perseroan. Perseroan mengalokasikan sebanyak 36 persen untuk belanja modal, 34 persen untuk beban operasional, dan 30 persen untuk peningkatan modal kerja.

Peningkatan pendapatan usaha ditargetkan seiring dengan meningkatnya user Ultra Voucher dari kanal distribusi utama yaitu B2B, e-commerce, direct to retail dan reseller. Untuk itulah Ultra Voucher terus melakukan inovasi dan aksi korporasi termasuk kerjasama dengan sejumlah pihak sebagai bagian dari pengembangan bisnis kami kedepannya, tutur Riky.

Pasca-IPO, Ultra Voucher telah menjadi bagian dari platform mobile banking SimobilPlus milik Bank Sinarmas yang telah diunduh lebih dari 1 juta pengguna dan saat ini juga telah tersedia di mBCA platform mobile banking milik Bank BCA yang melayani lebih dari 26 juta rekening nasabah. Melalui kerja sama dengan pihak perbankan diharapkan dapat meningkatkan transaksi mobile banking serta meningkatkan pengguna Ultra Voucher.

Dengan tersedianya Ultra Voucher di SimobiPlus dan mBCA, perseroan dapat meningkatkan volume transaksi, dan user yang berasal dari nasabah masing-masing bank tersebut dapat menikmati ragam voucher diskon digital dari berbagai segmen yakni Beauty & Relaxation, Departement Store, E-Commerce, Entertainment, Food & Beverage (F&B), Hotel & Travel, Accessories & Jewelry, Lifestyle, Investment, dan lain-lain.

Saat ini, Ultra Voucher telah menjalin 300 brand yang tersebar lebih dari 40.000 outlet di seluruh Indonesia, yang jumlahnya ditargetkan terus bertambah menjadi 400 merchant sampai dengan akhir tahun 2021. Seiring dengan rencana ekspansi di 3 bidang yakni produk, market share yang menjangkau sektor UMKM, dan perluasan bisnis hingga ASEAN, maka jumlah pengguna Ultra Voucher ditargetkan akan terus mengalami peningkatan.

Artikel Asli