Nakes Korban KKB di Kiwirok Bantah Dokter Restu Pegang Senpi

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 21 September 2021 - 10:55
Nakes Korban KKB di Kiwirok Bantah Dokter Restu Pegang Senpi

JawaPos.com Dua dari empat tenaga kesehatan yang menjadi korban penganiayaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, membantah berita yang beredar yang menyatakan dokter Restu Pamanggi memegang senjata api.

Tidak benar berita yang beredar karena kami semua menjadi korban aksi penganiayaan yang dilakukan KKB, Senin (13/9), kata Kristina Sampe Tonapa dan Katrianti Tandila secara terpisah di Jayapura seperti dilansir dari Antara .

Kedua nakes yang dirawat di RS Marthen Indey, Jayapura, itu secara tersendat-sendat kembali mengisahkan insiden yang dialami mereka dan kembali menegaskan tidak benar dokter Restu memegang senjata karena dia juga terluka.

Apa yang beredar di luar sangat tidak benar dan itu perbuatan yang keji. Sebab, keberadaan kami semua untuk menolong masyarakat agar mendapat pelayanan kesehatan, ungkap keduanya yang dirawat dalam satu kamar.

Dia mengakui saat insiden pembakaran dan perusakan terjadi mereka berempat melarikan diri dengan melompat ke jurang di dekat puskesmas. Massa yang merupakan masyarakat Kiwirok ikut mengejar dengan membawa panah dan senjata tajam hingga sempat melukai para nakes.

Kami berempat, saya, Katrianti Tandila, Marselinus Ola Atanila, dan almarhum Gabriela Meilan lompat ke jurang namun mereka tetap mengejar dan menganiaya, ungkap Kristina.

Katriana mengaku, dia terjatuh paling dalam, yakni sekitar 500 meter bertahan dengan minum air hujan selama tiga hari sebelum dievakuasi anggota TNI-Polri. Katriana mengalami luka tusuk benda tumpul di paha mengaku tidak ingin kembali bertugas ke pedalaman.

Kristina mengaku sudah lima tahun sebagai tenaga honorer kesehatan yang direkrut Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang. Baru kemarin dia mengalami insiden yang tidak akan dilupakan seumur hidup.

Saya tidak ingin kembali bertugas ke pedalaman, karena trauma, ungkap kedua nakes secara bergantian.

Kapendam XVII Cenderawasih Kol Arm Reza menyatakan, selain mengobati luka yang diderita mereka juga diberi pendampingan dari psikolog agar mengurangi trauma yang dialaminya. Kodam XVII Cenderawasih memberikan perawatan dan pendampingan kepada mereka hingga sembuh dan kembali ke keluarganya, kata Kol Arm Reza.

Empat nakes yang masih dirawat yakni dr. Restu Pamanggi, Katrianti Tandila, Emanuel Abi, dan Kristina Sampe Tonapa.

Artikel Asli