Puan Bicara Tempat Wisata Penuh Rakyat Suntuk & Stres

Nasional | rm.id | Published at Selasa, 21 September 2021 - 08:58
Puan Bicara Tempat Wisata Penuh Rakyat Suntuk & Stres

Ketua DPR Puan Maharani waswas melihat penuhnya tempat wisata dalam dua pekan terakhir. Dia paham, selama ini masyarakat suntuk dan stres menjalani pembatasan akibat pandemi Corona. Namun, dia khawatir, masyarakat bablas sehingga berpotensi menimbulkan gelombang baru Corona.

Sejak PPKM turun level, sejumlah destinasi wisata mulai dibuka secara bertahap. Kebijakan ini disambut antusias warga, lalu menyerbunya. Alhasil, jalanan, penginapan, rumah makan, rest area, atau pusat oleh-oleh, ramai kembali.

Jalur Jakarta-Puncak dan sebaliknya, akhir pekan kemarin, macet. Ribuan kendaraan yang mau berwisata, mengular.

Selain di jalanan, keramaian juga terlihat di rumah makan di kawasan Puncak. Tak jarang, pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pun terjadi. Baik dalam hal menggunakan masker, jaga jarak, hingga kapasitas maksimal orang dalam ruangan. Tingkat okupansi hotel dan restoran juga tinggi. Berdasarkan data yang dirilis Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, angkanya tembus 70 persen.

Pemandangan yang sama juga terjadi di Lembang, Bandung. Ribuan mobil berplat B menyerbu Bandung. Beberapa kendaraan sempat diputar balik petugas karena pemberlakuan aturan ganjil genap. Namun, bukannya pulang, mereka malah lewat rute-rute alternatif.

Di Pantai Pangandaran juga sama, penuh sudah diserbu pengunjung. Tingkat keterisian hotelnya nyaris penuh.

Begitu halnya di Malioboro, Yogyakarta. Khususnya di malam hari. Keramaian kembali terjadi, meskipun penerangan jalan umum (PJU) dipadamkan.

Di Jakarta, ada tiga tempat wisata yang mulai dibuka. Yakni, Setu Babakan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Ancol. Meski aturan yang diterapkan pengelola ketat, namun tak mengurangi minat pengunjung. Yang datang ketiga tempat wisata itu, tetap membludak.

Kondisi ini membuat Puan angkat suara. "Banyak orang mungkin suntuk, bahkan stres kurang hiburan selama pembatasan sosial berbulan-bulan, dan kini mau balas dendam pergi jalan-jalan ke tempat wisata," kata Ketua DPP PDIP ini, kemarin.

Namun, Puan khawatir, balas dendam wisata ini bablas. Karena itu, ia meminta agar semua pemangku kebijakan wisata dari pusat hingga daerah, mulai pengelola destinasi hingga wisatawannya agar protokol kesehatan jangan sampai kendor.

"Bagaimana pun tetap harus ada pengawasan untuk prokes supaya tidak bablas. Namanya di tempat wisata, banyak orang lagi bersenang-senang, potensi abai prokes pasti tinggi," sambung Ketua DPR perempuan pertama ini.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Zubairi Djoerban memaklumi jika sejumlah destinasi wisata kembali dibuka. Karena, sektor ini adalah penyumbang devisa terbesar kedua. Selain itu, banyak sektor terkait wisata yang menyerap banyak lapangan kerja bergairah kembali.

"Boleh dengan hati-hati dan bertahap. Lalu harus selalu monitor dan evaluasi. Jika BOR (tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit) hingga angka kematian meningkat harus berani PPKM level 4 lagi," kata Zubairi, kepada Rakyat Merdeka , tadi malam.

Ia mencontohkan salah satu destinasi wisata yang pernah dikunjunginya dalam sepekan terakhir, yaitu Ancol. "Ternyata harus beli online. Itu bagus, mencegah antrian. Minta bukti sudah vaksin juga," sambungnya.

Memang, diakuinya, penanganan Covid-19 di Indonesia mendapat pujian dari banyak negara. Tapi perlu diingat, beberapa negara yang sebelumnya dikenal berhasil mengendalikan Corona, kini pontang-panting lagi menghadapi lonjakan kasus baru. Seperti di Singapura, Amerika Serikat, Vietnam, Israel, hingga Australia.

"Pada prinsipnya, kondisi pandemi di Indonesia ada perbaikan amat signifikan. Diakui dunia. Problemnya di sejumlah negara, kemudian muncul lagi lonjakan kasus baru," pungkasnya. [ SAR ]

Artikel Asli