Hari Ini, Pertama Kali Dipanggil KPK Anies: Biasa Saja...

Nasional | rm.id | Published at Selasa, 21 September 2021 - 07:50
Hari Ini, Pertama Kali Dipanggil KPK Anies: Biasa Saja...

Hari ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai keterangannya sebagai saksi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Ini pertama kalinya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dipanggil KPK. Mas Anies, tenang ya!

Kabar pemanggilan Anies ini disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat kepada wartawan, kemarin.

Anies dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur.

Tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi untuk tersangka YRC (mantan Dirut Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles) dan kawan-kawan, ujar Ali.

Selain Anies, komisi antirasuah juga memanggil Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Dia juga dipanggil sebagai saksi dalam kasus yang sama.

Ali berharap, Anies dan Prasetyo memenuhi panggilan. Ditegaskannya, keterangan keduanya dibutuhkan untuk membantu KPK membongkar praktik rasuah dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, rencana KPK akan memanggil Anies dan Prasetyo pernah disampaikan Ketua KPK, Firli Bahuri, Senin (12/7). Dia memastikan pihaknya akan memintai keterangan keduanya dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul.

Pemanggilan keduanya lantaran anggaran pengadaan lahan di DKI, termasuk di Munjul, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dibahas dan ditetapkan Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI. Keduanya mesti tahu alokasi anggaran pengadaan lahan DKI. Jadi tentu perlu dimintai keterangan sehingga menjadi terang benderang, ujar Firli.

Firli berjanji akan mengungkap semua pihak yang diduga terlibat. Baik dari kalangan legislatif dan eksekutif. Dia bakal mendalami semua informasi untuk mengungkap hal tersebut. Sebab, kerugian negara yang ditimbulkan dari praktik rasuah pengadaan lahan ini mencapai Rp 152,5 miliar.

KPK sendiri telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul. Kelimanya adalah mantan Direktur Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene, Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Ardian, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudi Hartono Iskandar, serta PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi.

Kasus tanah Munjul ini berawal saat Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya mencari tanah di wilayah Jakarta, yang akan dijadikan unit bisnis ataupun bank tanah untuk program rumah DP nol persen. Pun menggandeng PT Adonara Propertindo yang kegiatan usahanya bergerak di bidang properti tanah dan bangunan.

PT Adonara menawarkan tanah di Munjul. Pada 8 April 2019, disepakati dilakukannya penandatanganan Pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan notaris yang berlangsung di kantor Sarana Jaya, antara pihak pembeli yaitu Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles dengan Wakil direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene selaku pihak penjual.

Di waktu yang sama juga dilakukan pembayaran sebesar 50 persen atau Rp 108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtuwene melalui Bank DKI. Selang beberapa waktu, atas perintah Yoory Corneles dilakukan pembayaran oleh Sarana Jaya kepada Anja Runtuwene Rp 43,5 miliar.

Belakangan diketahui, proses pembelian tanah di Munjul diduga bermasalah menyalahi aturan. KPK menilai pembelian ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 152,5 miliar

Anies pun telah mencopot Yoory Corneles sebagai Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Hal itu dilakukan menyusul penetapan Yoory Corneles sebagai tersangka oleh KPK pada Jumat, 5 Maret 2021.

Lalu apa tanggapan Anies dipanggil KPK? Anies tidak mempermasalahkan pemanggilan KPK terhadap dirinya. Dia mengaku, tidak ada persiapan khusus. Biasa aja. Bahkan malam ini tetap melayat wafatnya Ibu Sunarti Sarwo Edhi Wibowo, singkat Anies, saat dihubungi Rakyat Merdeka , kemarin.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria ikut bicara soal pemanggilan Anies. Menurut dia, Anies akan memenui panggilan KPK.

Dia yakin Anies tak terlibat dalam kasus lahan tersebut. Kami yakini bahwa Pak Prasetyo Edi, Pak Anies dan Pak M Taufik yang sudah (pernah dipanggil) tidak terlibat dalam kasus tanah ya. Itu yang kami yakini, tegas Riza.

Riza juga memastikan Anies sebagai pimpinan yang patuh dan taat hukum. Prinsipnya, kami meyakini kami tidak terlibat dalam kasus-kasus yang sedang ditangani KPK terkait kasus tanah ya yang sedang berproses di KPK, tekan politisi Gerindra itu.

Pengamat hukum dari Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengatakan, kehadiran Anies membuat terang penyidik mengusut siapa yang harus bertanggung jawab, dan dimintai pertanggung jawaban hukum berdasarkan alat bukti. [UMM]

Artikel Asli