Perpanjangan PPKM Diumumin Lebih Cepat Jawa-Bali 100 Persen Lenyap Level Pedasnya

Nasional | rm.id | Published at Selasa, 21 September 2021 - 07:20
Perpanjangan PPKM Diumumin Lebih Cepat Jawa-Bali 100 Persen Lenyap Level Pedasnya

Kemarin, perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diumumkan lebih cepat. Jika biasanya digelar pukul 7 atau 8 malam, kemarin, jadi pukul 5 sore. Yang diumumkannya juga sangat menggembirakan. Kini, sudah tidak ada lagi PPKM level 4 di Jawa-Bali alias 100 persen lenyap level pedasnya.

Perubahan jadwal pengumuman ini merupakan perintah langsung dari Presiden Jokowi. "Presiden meminta pengumuman tidak boleh malam-malam. Jadi, umuminnya sore-sore," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, sesaat sebelum pengumuman dilaksanakan, kemarin.

Untuk yang mengumumkannya, dilakukan trio Komandan PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan, Komandan PPKM Luar Jawa-Bali Airlangga Hartarto, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Keputusannya, PPKM kembali diperpanjang dua pekan. Namun, kini sudah semakin longgar. Di Jawa-Bali, tidak ada lagi yang menyandang level 4. Semuanya berada di level 3 ke bawah.

Meski begitu, Pemerintah akan terus menerapkan PPKM di seluruh wilayah selama Corona belum benar-benar tertangani. PPKM akan dievaluasi sepekan sekali untuk Jawa-Bali. Sementara, di luar Jawa-Bali, dievaluasi setiap dua pekan.

Kata Luhut, PPKM akan selamanya menjadi instrumen Pemerintah dalam mengendalikan pandemi. Presiden juga berpesan agar masyarakat tak abai protokol kesehatan.

"Presiden, dalam Ratas (Rapat Kabinet Terbatas) pagi (kemarin, red), mengingatkan kami semua agar kita tetap waspada dan hati-hati. Banyak negara beberapa saat ini naik lagi dengan cepat. Ini harus kita waspadai. Risiko peningkatan kasus tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu," pesan Menko Kemaritiman dan Investasi ini.

Dengan tidak adanya level pedas ini, Pemerintah sudah melonggarkan pembatasan di sejumlah daerah. Seperti, mengizinkan fasilitas umum beroperasi. Di antaranya mall, taman bermain, tempat rekreasi, pasar, dan bioskop. Di beberapa kota, anak-anak 12 tahun juga bisa bisa dibawa ke mall. Tentunya, semua dengan prokes yang ketat.

Sementara, perpanjangan PPKM di luar Jawa-Bali diberlakukan hingga 4 Oktober. Level pedas di luar Jawa-Bali juga terus berkurang. Kata Airlangga, PPKM level 4 di luar Jawa-Bali tinggal 10 kabupaten/kota. Sedangkan PPKM level 3 ada 105 kabupaten/kota dan PPKM level 2 diterapkan di 250 kabupaten/kota.

Penurunan level PPKM ini tidak lepas dari kabar gembira pengendalian Corona dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) per Minggu (19/9), kasus aktif tinggal 69.969 kasus aktif atau turun 86,41 persen dibanding 9 Agustus lalu. Tingkat kesembuhan nasional sudah 95,19 persen, lebih baik dari angka global yang hanya 89,79 persen. Namun, untuk tingkat kematian nasional masih di angka 3,35 persen, lebih tinggi dari global yang hanya 2,05 persen.

Airlangga mengatakan, Pemerintah memiliki rencana agar Indonesia dapat masuk masa transisi dari pandemi menjadi endemi. Di hulu, menggenjot vaksinasi sampai Oktober menjadi 2,5 juta dosis per hari, mendisiplinkan 3M, mengakselerasi testing dan tracing , serta mengintensifkan screening PeduliLindungi.

Di hilir, dilakukan peningkatan kapasitas rumah sakit, menyediakan tenaga kesehatan yang cukup, dan mengamankan ketersediaan oksigen dan obat-obatan. "Untuk bisa masuk kondisi transisi dari pandemi ke endemi, prasyarat yang sudah harus dipenuhi yaitu fatality rate kurang lebih 2 persen setara rata-rata global, kasus aktif kurang dari 100 ribu, positivity rate kurang dari 5 persen, kasus baru di bawah 5.000, dan BOR ( bed occupancy rate ) tidak lebih 40 persen," terang Airlangga.

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman menyatakan, tidak ada lagi PPKM level pedas di Jawa-Bali merupakan hasil dari peningkatan respons pemerintah yang didominasi vaksinasi dan tracing dan testing . Kata Dicky, selain Jawa Timur, rasio masyarakat yang di- tracing dan di- testing sesuai target.

Meski begitu, Dicky menyarankan Pemerintah tidak menyamaratakan seluruh daerah di Jawa-Bali. Sebab, saat ini, pergerakan varian Delta justru ke pedesaan. Sudah gitu, deteksi dan testingnya minim. Berbeda dengan daerah perkotaan yang mengalami perbaikan. [MEN]

Artikel Asli