Cegah Varian Covid-19 Masuk Lewat Perbatasan Komisi V DPR Bareng Menhub Tinjau PLBN Aruk & Entikong

Nasional | rm.id | Published at Selasa, 21 September 2021 - 07:05
Cegah Varian Covid-19 Masuk Lewat Perbatasan Komisi V DPR Bareng Menhub Tinjau PLBN Aruk & Entikong

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Ketua Komisi V DPR Lasarus meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dan Entikong di Kalimantan Barat (Kalbar). Peninjauan ini untuk memastikan, pintu masuk negara terjaga baik guna mencegah masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia.

Kita mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah dan saya mendampingi langsung Pak Menteri dalam rangka memantau penanganan warga yang masuk dari Malaysia ke Indonesia, kata Ketua Komisi V DPR Lasarus, Minggu (19/9).

Lasarus menemukan beberapa persoalan di PLBN yang perlu ditindaklanjuti. Misalnya, kebutuhan infrastruktur, rumah penampungan untuk isolasi dan juga air bersih termasuk alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Upaya yang dilakukan di perbatasan ini untuk memastikan mereka yang melintas dalam keadaan sehat sebelum masuk ke Indonesia.

Budi Karya Sumadi menegaskan, pemeriksaan pada kedua PLBN ini harus dilakukan secara intensif, guna memastikan masyarakat yang melintas dalam kondisi sehat. Ini sangat penting mengingat Kalbar memiliki jalur perbatasan darat yang sangat panjang dengan Malaysia.

Apalagi kita ketahui ada varian baru, Mu dan lambda dan kita tidak ingin ada varian baru itu masuk ke Indonesia, tegas BKS-sapaan Budi Karya Sumadi.

BKS mengungkapkan, dalam tinjauannya masih menemui masyarakat yang melintas masuk tetapi belum melakukan tes PCR di Malaysia. Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di PLBN sudah memberikan alat PCR dan juga alat antigen.

Artinya, mereka yang masuk tanpa ada data PCR/antigen saat keberangkatan, bisa lakukan tes di sini, sehingga bisa dipisahkan mereka yang negatif dan positif, ujarnya.

Sesuai ketentuan, selain dilakukan tes PCR H-3 sebelum kedatangan, tes juga akan dilakukan di lokasi kedatangan. Setelah itu, mereka harus dikarantina selama 8 hari. Pada hari ke-7 harus melakukan Tes PCR kembali.

BKS menganjurkan masyarakat yang sudah negatif, dilakukan vaksinasi pada hari kedelapan.

Dia juga menyoroti masih kurangnya kapasitas untuk isolasi masyarakat yang positif Covid-19 di kedua PLBN. Setidaknya, dalam satu hari terdapat 50-150 orang yang melintas. Untuk itu, perlu mencari tempat alternatif guna menambah kapasitas ruang isolasi.

BKS juga meminta Satgas Covid-19 di daerah termasuk TNI/Polri untuk mengawal proses pemindahan masyarakat yang hasil tesnya positif dari Entikong ke Pontianak. Sebagian dari mereka yang akan melintas batas terpaksa dibawa ke Pontianak bagi mereka yang bukan berasal dari Kalimantan Barat.

Karenanya, saya minta kepada Satgas khususnya TNI/Polri mengawal ketat proses pemindahan dari Entikong sampai ke Pontianak sejauh 200 kilometer, ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dari Luar Negeri dengan Transportasi Darat (SE Nomor 75 tahun 2021), Laut (SE Nomor 76 tahun 2021), dan Udara (SE Nomor 74 tahun 2021).

SE tersebut mengatur pembatasan di pintu kedatangan pelaku perjalanan internasional baik di PLBN, Pelabuhan, maupun Bandara.

Untuk Bandara yang dibuka hanya di Bandara Soekarno Hatta dan Sam Ratulangi Manado. Untuk Pelabuhan hanya dibuka di Pelabuhan Batam dan Nunukan. Serta, untuk PLBN hanya dibuka di Terminal Entikong dan Aruk.

Turut hadir pada kunjungan kerja ini, Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Letjen TNI Joni Supriyanto, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan sejumlah pejabat terkait dari Kemenkes dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. [KAL]

Artikel Asli