Kapolri Tinjau Vaksinasi Alumni Akpol 97 Pertumbuhan Ekonomi Diiringi Strategi Pengendalian Covid

Nasional | rm.id | Published at Selasa, 21 September 2021 - 07:10
Kapolri Tinjau Vaksinasi Alumni Akpol 97 Pertumbuhan Ekonomi Diiringi Strategi Pengendalian Covid

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara vaksinasi massal dan penyerahan bantuan sosial (bansos) yang diselenggarakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 Batalyon Wira Pratama, di bangunan eks Mapolres Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Sigit memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan para alumni Akpol 1997 yang digelar di 34 Polda jajaran dan tiga negara. Yaitu, Malaysia, Arab Saudi, dan Turki.

Saya memberikan apresiasi kepada adik-adik saya angkatan 97 di seluruh wilayah. Mereka telah ikut berpartisipasi kegiatan vaksinasi dan bansos kepada masyarakat Indonesia yang saat ini sedang menghadapi situasi sulit, ujar Sigit dalam sambutannya.

Mantan Kabareskrim Polri ini mengingatkan korps baju cokelat untuk terus bekerja optimal membantu pemerintah dalam rangka pengendalian pandemi Covid-19. Di antaranya, melalui penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 hingga 4 di seluruh wilayah Indonesia.

Strategi pengendalian diharapkan betul-betul dikawal, sehingga berjalan efektif. Bukan hanya dari sisi angka penurunan kasus Covid-19, melainkan jalannya pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Strategi pengendalian virus Corona yang saat ini diterapkan adalah kombinasi antara penegakan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), penguatan 3T ( tracing, testing dan treatment ) serta percepatan vaksinasi.

Ini kunci menuju ke kehidupan normal dan mengembalikan ekonomi yang sempat menurun karena situasi Covid-19.

Bagaimana aktivitas masyarakat dalam rangka mengembalikan pertumbuhan ekonomi tetap bisa terkendali, dan angka Covid-19 tidak naik lagi. Ini tantangan kita dan menjadi kebijakan pemerintah mengatur antara gas dan rem agar seimbang, wanti-wanti Sigit

Pada kesempatan tersebut, Sigit menyapa secara virtual pihak Kedubes Malaysia. Dia memantau langsung penanganan virus Corona terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di negeri jiran tersebut.

Terakhir, mantan Kapolda Banten ini berterima kasih terhadap seluruh personel TNI dan Polri, serta petugas Dinkes, yang selama ini bertugas tidak kenal lelah dalam upaya menurunkan angka Covid-19.

Kerja keras mereka berbuah manis dengan angka kasus harian yang bisa ditekan menjadi 2.200 per hari. Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang sempat menembus angka 90 persen, saat ini hanya sekitar 12 hingga 15 persen.

Positivity rate Indonesia kini juga hanya 2,19 persen. Angka ini di bawah standar Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang menetapkan 5 persen.

Ini hasil kerja keras rekan-rekan yang tergabung dalam tim. Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh anggota kita di mana pun bertugas, karena telah bekerja keras melakukan upaya agar laju Covid diturunkan, tuturnya.

Meski demikian, Sigit mengingatkan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Aparat juga diminta terus bergerak melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan, hingga akselerasi percepatan vaksinasi demi mencapai target kekebalan komunal atau herd immunity masyarakat.

Harapan Presiden Jokowi, yakni mengubah dari pandemi menjadi endemi, harus bisa diwujudkan.

Kita harus bisa hidup dan terbiasa berdampingan dengan Covid. Tentunya, prokes yang kuat harus kita laksanakan, program vaksinasi kita tingkatkan, sehingga masyarakat siap menghadapi kondisi tersebut, imbau Sigit.

Dalam vaksinasi massal ini, alumni Akpol 1997 menggelarnya di 34 Polda Jajaran serta tiga negara. Kegiatan ini akan berlangsung lima hari, yakni 18-22 September 2021. Ada pun total vaksinasi yang ditarget dalam kegiatan ini 63.400 dosis vaksin.

Selain itu, diberikan pula bansos 36.350 item. Rinciannya, sembako sebanyak 33.353 paket, bantuan voucher kuota internet untuk pelajar, santri dan guru sebanyak 1.997 voucher. Serta bantuan voucher belanja Rp 100 ribu sebanyak 1.000 voucher kepada masyarakat kurang mampu, yatim piatu dan disabilitas. [DIR]

Artikel Asli