Berharaf Serifikatnya Diafirmasi, Honorer K2 dan Guru PAI Ngadu ke Dewan Agar Lolos PPPK

Nasional | radartegal | Published at Selasa, 21 September 2021 - 06:00
Berharaf Serifikatnya Diafirmasi, Honorer K2 dan Guru PAI Ngadu ke Dewan Agar Lolos PPPK

Sejumlah pegawai yang masuk Kategori 2 (K2) di Kabupaten Tegal dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bernaung di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal meminta dukungan DPRD Kabupaten Tegal agar bisa lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dukungan itu disampaikan kepada Komisi IV.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Faroh mengatakanjumlah pegawai K2 yang tersisa sebanyak 83 orang, dan mereka mengikuti seleksi PPPK pada 13-17 September 2021.

Seleksi itu menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Kendati belum diumumkan secara resmi, tapi dari hasil CAT tidak ada yang mencapai passing grade. Hal itu membuat mereka mengadu ke Komisi IV.

Mereka mengharapkan afirmasi masa kerja dan umur bisa menolong agar lulus PPPK, kata Novi, Senin (20/9).

Sementara itu, lanjut Novi, guru PAI yang juga ikut seleksi PPPK sebanyak 24 orang, pesisimis bisa lolos seleksi PPPK. Namun, mereka optimis bisa lolos seleksi jika sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) bisa diafirmasi menjadi nilai tambahan sebanyak 100 persen.

Sayangnya, hasil seleksi administrasi yang dikeluarkan Kemendikbud tidak dicantumkan memiliki sertifikat PPG. Semua guru PAI yang ikut seleksi PPPK tidak dicantumkan memiliki sertifikat PPG. Padahal, nilai afirmasinya tinggi, ujarnya.

Dia menjelaskansertifikat PPG guru PAI dikeluarkan Kemenag. Sementara itu, hasil seleksi administrasi yang dikeluarkan Kemendikbud tidak dicantumkan memiliki sertifikat itu.

Dia menduga bahwa Kemenag dan Kemendikbud tidak berkoordinasi tentang sertifikat PPG guru PAI. Kami akan undang Kemenag terkait persoalan ini. Jalan satu-satunya saat ini yakni dari tambahan nilai sertifikat PPG, ujarnya.

Dia menambahkanpengumuman hasil seleksi PPPK akan dipublikasikan24-27 September mendatang. Rentang waktu itu juga bisa digunakan peserta untuk mengajukan sanggahan.

Pegawai K2 dan guru PAI diminta untuk memanfaatkan waktu sanggah untuk memperjuangkan nasibnya. Manfaatkan masa sanggah buat memperbaiki nilai tambah. Kami berharap pegawai K2 dan guru PAI bisa lolos semua, pungkasnya. (yer/zul)

Artikel Asli