Loading...
Loading…
Kantornya Dilempar Bom Molotov, Aktivis LBH Yogya Bilang: Kami Tidak Takut dengan Teror

Kantornya Dilempar Bom Molotov, Aktivis LBH Yogya Bilang: Kami Tidak Takut dengan Teror

Nasional | koran-jakarta.com | Minggu, 19 September 2021 - 16:15

YOGYAKARTA - Seperti sudah ramai diketahui pada Sabtu (18/9) dini hari Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta dilempar bom molotov oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Segera pada malam hari, aktivis LBH Yogya dan jaringan aktivis di Yogyakarta menggelar jumpa pers menjelaskan kronologi yang telah diketahui mengenai kejadian tersebut dan membuat pernyatan sikap.

"Penting digarisbawahi, kami sama sekali tidak takut dengan teror. Kejadian ini justru menambah berlipat-lipat semangat kami untuk terus maju dan tidak pernah berhenti melakukan pembelaan serta memperjuangkan hak-hak dan kepentingan rakyat miskin korban ketidakadilan dalam kasus-kasus struktural," kata Ketua LBH Yogya, Yogi Zul Fadhli, dikutip dari rilis pers LBH Yogya, Minggu (19/9).

Yogi menjelaskan, sekitar pukul 05.00, mereka mendapati salah satu bagian (sisi barat pojok) teras kantor LBH Yogyakarta terdapat bekas seperti terbakar api. Bekas terbakar itu menyebar di beberapa sisi, yakni di lantai, tembok, kaca jendela, ventilasi hingga naik ke atas atap. Api sempat menyambar ke dalam kantor mengenai gorden. Di sekitarnya juga ditemukan serpihan kaca yang tampaknya adalah pecahan botol.

"Kami menduga serangan ini terkait dengan pembelaan LBH Yogyakarta terhadap kasus-kasus struktural dan perkara masyarakat miskin lain. Saat ini upaya advokasi perkara tersebut sedang berjalan secara intensif, kami menduga ada oknum yang tidak senang dengan aktivitas bantuan hukum LBH Yogyakarta yang selama ini aktif mendampingi masyarakat kecil," jelas Yogi.

Dalam pernyataan sikap tersebut LBH Yogya menilai serangan ini adalah teror terhadap pembela hak asasi manusia sekaligus juga organisasi bantuan hukum, yang selama ini melakukan tugas-tugas konstitusional memberikan bantuan hukum kepada masyarakat miskin. Perbuatan pelaku bertentangan prinsip-prinsip negara hukum dan nilai-nilai hak asasi manusia.

"Tindakan ini adalah kejahatan pidana yang melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Oleh karena itu kami akan melaporkan peristiwa ini ke pihak yang berwajib (polisi) maupun lembaga-lembaga terkait," tandas Yogi.

Original Source

Topik Menarik