Loading...
Loading…
Moratorium Lahan Sawit RI Berakhir, Harga CPO Dunia Drop 1,2%

Moratorium Lahan Sawit RI Berakhir, Harga CPO Dunia Drop 1,2%

Nasional | apahabar.com | Minggu, 19 September 2021 - 13:59

apahabar.com, JAKARTA Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah sepanjang pekan ini, melibas reli yang tercipta sepekan sebelumnya, jelang berakhirnya moratorium pembukaan lahan sawit di Indonesia.

Mengutip CNBC Indonesia, setelah libur sehari sebelumnya karena hari besar Malaysia, harga kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange langsung anjlok 3,9% ke MYR 4.518/ton atau drop 182 ringgit pada Jumat (19/9/2020).

Koreksi tersebut memperparah penurunan selama sepekan, sehingga secara akumulatif harga komoditas ekspor utama Indonesia dan Malaysia ini anjlok 1,2%. Koreksi mingguan tersebut melibas reli yang terbentuk sepekan lalu sebesar 0,5%.

Koreksi terjadi di tengah habisnya masa moratorium izin pembukaan lahan sawit baru pada pekan ini, yang membuka peluang terjadinya perpanjangan izin yang pada akhirnya menambah pasokan dunia.

Presiden Joko Widodo pada 19 September 3 tahun lalu memerintahkan penghentian penerbitan izin baru untuk pembukaan lahan sawit baru. Oleh karenanya, hari ini izin masa tersebut resmi berakhir, dan pemerintah bakal memberikan pengumuman mengenai itu besok.

Perpanjangan moratorium berpeluang memicu kenaikan harga lebih lanjut karena pasokan dunia bakal cenderung stagnan sementara permintaan dunia kian membaik mengikuti pembukaan kembali ekonomi di negara maju.

Meski sepekan terkoreksi, harga CPO sepanjang kuartal berjalan terhitung melonjak sebesar 19,5%, demikian juga dengan pergerakan tahun berjalan ini yang terhitung masih melesat hingga 25,5%.

Analis Komoditas Reuters Wang Tao memperkirakan harga CPO menembus titik resistance terdekat di MYR 4.439/ton. Penembusan level tersebut akan membawa harga naik lagi menuju MYR 4.507/ton.

Tren kenaikan harga CPO, lanjut Wang, dimulai di titik MYR 4.150/ton. Tren ini dibagi dalam tiga gelombang, dan saat ini sudah masuk ke gelombang ketiga yang bisa membawa harga ke arah MYR 4.507/ton.

Tren bullish ini tampak di grafik pergerakan harga harian. Jika kemudian titik resistance selanjutnya di MYR 4.493/ton kembali tertembus, maka target harga bisa dinaikkan menjadi MYR 4.878/ton, tulis Wang dalam risetnya.

Original Source

Topik Menarik