Asuransi Unit Link, Benefit Ganda dan Harus Paham Risiko

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 19 September 2021 - 12:13
Asuransi Unit Link, Benefit Ganda dan Harus Paham Risiko

Dua manfaat sekaligus dalam satu premi. Asuransi jenis unit link semakin populer di kalangan masyarakat. Tidak hanya mengandung fungsi proteksi, juga membawa manfaat investasi. Sepanjang semester I 2021, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat premi industri dari produk unit link tumbuh 17 persen secara year-on-year.

KETUA Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan bahwa pendapatan asuransi jiwa dari produk unit link sepanjang semester I 2021 tumbuh menjadi Rp 64,4 triliun. Angka tersebut menyumbang 62 persen dari total premi.

Kondisi pandemi Covid-19 telah membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi jiwa bagi masa depan. Baik produk unit link maupun produk asuransi jiwa dasar mengalami peningkatan, ujar Budi.

Meski pendapatan produk asuransi konvensional tumbuh lebih pesat, unit link dinilai masih menjadi produk yang lebih diminati masyarakat. Pasalnya, kebutuhan akan perlindungan dan investasi terus mengalami pertumbuhan.

Financial planner Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno menganalogikan asuransi unit link bagai kopi two in one. Kopi two in one kan praktis, sudah ada kopi dan gula atau krimernya. Tapi, tetap ada kelemahannya karena kopi two in one tidak akan bisa menyamai nikmatnya kopi murni. Dalam hal ini artinya, meski praktis, benefit campuran asuransi dan investasi dalam produk unit link tidak akan semaksimal investasi murni, paparnya.

Mike menegaskan, asuransi unit link menawarkan manfaat yang menarik, tapi tidak semua kebutuhan orang cocok dengan jenis tersebut. Misalnya, orang yang butuh berinvestasi jangka pendek, itu tidak akan sesuai. Investor dengan profil yang ingin segera mendapatkan margin besar juga tidak sesuai dengan keunggulan asuransi unit link.

Kondisi keuangan dan tipe yang sesuai adalah mereka yang tidak ingin ribet dan santai, tidak memburu return besar dengan segera. Selain itu, perencanaan keuangan jangka panjang. Misalnya, 10 tahun akan cocok dengan keunggulan asuransi unit link, bebernya.

Salah satu keuntungannya adalah premi pemegang polis akan terbayar terus. Meski pada rentang waktu tertentu sebelum jatuh tempo, nasabah mengalami masalah finansial sehingga tidak bisa membayar premi. Sebab, margin investasi itulah yang bakal menutup pembayaran premi.

Di samping itu, Mike juga menyebutkan bahwa asuransi unit link relatif baru dan memiliki fungsi yang tidak umum layaknya asuransi dan investasi murni. Menurut dia, asuransi jenis itu akan lebih sesuai dengan pemegang polis yang memiliki literasi keuangan yang memadai. Setidaknya paham dengan cara kerjanya dan paham dengan risiko-risikonya, tambahnya.

Mike pun selalu menyarankan kepada klien untuk tetap mengalokasikan bujet pada pos investasi murni meski sudah memiliki asuransi unit link. Khususnya, mempertimbangkan tingkat return dan likuiditas. Meski manfaatnya ganda, namun tidak juga menjadi all in one solution. Diversifikasi tetap perlu, tambahnya.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mengeluarkan aturan baru mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan unit link pada akhir tahun ini. Beleid yang nanti berupa surat edaran (SE) itu berupaya memastikan pemahaman pemegang polis dan transparansi lebih dari perusahaan asuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Riswinandi menyampaikan bahwa produk unit link memiliki portofolio yang cukup besar terhadap perolehan premi asuransi. Namun, penyempurnaan pengaturan perlu dilakukan seiring dengan banyaknya pengaduan yang terjadi.

Di aturan itu kita juga minta transparansi biaya-biaya, seperti biaya proteksi atau biaya penghentian polis. Memang ini perubahannya agak drastis, beberapa hal masih dikoordinasikan. Kita punya target dalam tahun ini aturan terbarunya keluar berupa SE, ujarnya.

Dia menjelaskan, beleid terbaru unit link nanti mengatur supaya perusahaan asuransi hanya bisa menjual kepada calon pemegang polis yang mengerti karakteristik produk. Sebab berdasar temuan OJK, lanjut Riswinandi, banyak pemegang polis unit link yang memprotes bahwa nilai unitnya menurun.

Ilustrasi selama ini, investasi di pasar modal itu positif terus. Adanya pandemi, harga saham fluktuatif. Sehingga investasinya tidak sesuai dengan yang ada di ilustrasi. Karena tidak mengerti, akhirnya protes, ungkapnya.

Tips Memilih Asuransi Unit Link

Beragamnyalayanan jasa keuangan non-bank saat ini menuntut kita semakin jeli dalam menyeleksi sebelum menentukan pilihan. Salah satunya unit link atau Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Layanan produk asuransi tersebut menjadi alternatif menarik karena menawarkan proteksi sekaligus investasi. Berbagai iming-iming dan bonus pun diobral sebagai daya tarik. Jangan terburu-buru jika Anda tak ingin tertipu.

Maraknya masalah yang merugikan nasabah atau konsumen di institusi jasa keuangan bisa terjadi lantaran banyak nasabah yang tergiur imbal hasil besar serta terjadinya miss-selling yang dilakukan marketing lembaga keuangan. Ada dua hal utama penyebab terjadinya miss-selling, yaitu nasabah tidak memahami sepenuhnya produk yang digunakannya, atau cara penawaran dan penjualan yang tidak baik. Untuk menghindari miss-selling, OJK juga akan mengimplementasikan market conduct. Di mana setiap produk yang dikeluarkan oleh lembaga jasa keuangan harus jelas baik dari sisi jenis produk, risiko, cara penjualan, dan sebagainya.

Beberapa tips berikut bisa Anda gunakan sebagai panduan sebelum memilih unit link yang Anda butuhkan.

Pertama, pastikan perusahaan dan produk asuransi yang ditawarkan sudah terdaftar dan diawasi OJK. Bila Anda masih ragu dan ingin memastikan, cek website resmi OJK atau hubungi kontak 157 serta nomor WhatsApp 081157157157.

Kedua, sesuaikan dengan kebutuhan proteksi dan kemampuan finansial Anda untuk membayar polis. Semakin banyak layanan proteksi yang Anda cantumkan, maka biaya asuransi yang dibebankan juga akan semakin besar.

Ketiga, pahami risiko investasi dalam asuransi. Asuransi unit link merupakan kombinasi asuransi dan investasi yang memiliki risiko fluktuasi. Naik dan turun nilainya tergantung pada jenis investasi yang dipilih. Sebut saja investasi saham, pendapatan tetap, pasar uang, investasi campuran, dan investasi syariah. Masing-masing pilihan investasi memiliki tingkat return dan risiko yang berbeda

Keempat, pahami hak dan kewajiban konsumen dalam polis asuransi. Cermati isi polis pasal per pasal yang mengatur risiko yang dijamin, risiko yang dikecualikan, kewajiban pembayaran premi dan konsekuensi keterlambatan, prosedur pelaporan klaim dan dokumen yang dibutuhkan, serta prosedur pengaduan. Perusahaan asuransi akan memberikan free look period bagi nasabah untuk dapat mempelajari isi polis dengan baik. Dalam masa itu, nasabah dapat membatalkan perjanjian apabila tidak menyetujui ketentuan dalam polis.

Kelima, gunakan agen pemasar berkompeten dan bersertifikasi khusus dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) atau pialang asuransi. Asuransi bukan Multi Level Marketing (MLM) dan nasabah bukan agen pemasar. Waspadai iming-iming komisi besar.

Keenam, lakukan evaluasi secara berkala. Bila perlu, lakukan perubahan jenis kebutuhan proteksi dan investasi sesuai perkembangan kebutuhan Anda.

Jika terdapat permasalahan (dispute) antara perusahaan asuransi dan nasabah atau pemegang polis, agar diselesaikan terlebih dahulu antara kedua belah pihak. Apabila tidak mencapai kesepakatan, OJK telah mengatur proses penanganan penyelesaiannya, yaitu melalui mediasi, lembaga alternatif penyelesaian sengketa atau pengadilan.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN ASURANSI UNIT LINK

KEUNTUNGAN

Peroleh manfaat asuransi dan investasi

Premi tidak hangus meski berhenti bayar di tengah jalan

Kemudahan menarik dan menambah premi

Masa pertanggungan panjang

KERUGIAN

Manfaat investasi tidak maksimal

Premi lebih tinggi dibandingkan asuransi murni

Tidak ada jaminan besar keuntungan

Nilai perlindungan kecil

Diolah dari berbagai sumber

Artikel Asli