97 Persen Wilayah di Jatim Masuk Zona Kuning

jawapos | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 15:40
97 Persen Wilayah di Jatim Masuk Zona Kuning

JawaPos.com Berdasar data dari Satgas Covid-19 Nasional per 15 September, sebanyak 37 kabupaten/kota di Jawa Timur berada zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19. Saat ini, daerah dengan zona kuning di Jatim sudah mencapai 97,37 persen.

Kondisi itu jauh lebih meningkat dibandingkan data per 13 September, yaitu dari 18 kabupaten/kota, kini menjadi 37 kabupaten/kota berada di zona kuning.Sementara sesuai status zonasi peta risiko Covid-19 yang juga dapat diakses di https://covid19.go.id/peta-risiko , masih ada 1 daerah yaitu Kota Blitar atau 2,63 persen berada pada zona oranye (risiko sedang).

Tak hanya itu, positivity rate Jatim mencapai 1,85 persen. Positivity rate tersebut merupakan rekor terendah selama pandemi.

Atas capaian itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras dari seluruh pihak. Forkopimda, pemkab/pemkot, tenaga kesehatan (nakes), perguruan tinggi, tokoh agama, media, private sector , tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peran aktif seluruh masyarakat Jatim yang telah bersama sama kerja keras berjuang menghadapi pandemi Covid-19.

Alhamdulillah, 97,37 persen daerah di Jatim dinyatakan Satgas Covid-19 Nasional masuk risiko rendah (zona kuning). Di saat yang sama, positivity rate kita mencapai 1,85 persen. Ini adalah rekor terendah selama pandemi bahkan jauh di bawah ketentuan yang diberlakukan WHO yaitu 5 persen positivity rate , ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (16/9).

Menurut Khofifah, mengetahui posisi zonasi sebuah daerah menjadi sesuatu hal yang penting saat ini. Sebab, perkembangan zonasi peta risiko Covid-19 menjadi salah satu acuan dalam menentukan tindakan dan kebijakan.

Terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerja keras, bersinergi dan berjuang bersama mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI/Polri,pemkab/pemkot, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat di Jatim, tambah Khofifah.

Menurut dia, pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir, telah banyak membatasi dan mempengaruhi aktivitas masyarakat di hampir seluruh sektor. Utamanya, di tengah masih diberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel di Jatim.

Setiap kebijakan ataupun tindakan yang akan diambil memang harus disesuaikan dengan level serta zonasi peta risiko sebuah daerah, selain posisi levelnya, jelas Khofifah.

Tak hanya zona kuning yang bertambah, Khofifah menjelaskan, berbagai unsur dalam penanganan Covid-19 juga mengalami perbaikan. Sebagai contoh, jumlah tes PCR di Jatim sudah sesuai standar WHO (>40.479 tes/minggu).

Berdasar data covid19.go.id per 14 September, seminggu terakhir berada di angka 147.912 tes/minggu. Sehingga positivity rate Jatim berada di angka 1,85 persen.

Terkait bed occupancy rate (BOR) juga mengalami penurunan. Dari data 3 Juli ke 14 September, BOR ICU RS turun dari 78 persen menjadi 18 persen atau mengalami penurunan sebanyak 60 persen. BOR isolasi RS turun dari 81 persen ke 13 persen atau terjadi penurunan sebanyak 68 persen. Begitu juga dengan BOR RS darurat mengalami penurunan dari 69 persen menjadi 18 persen atau turun sebanyak 51 persen.

Tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di Jatim ini sudah berada sangat jauh di bawah standar WHO yaitu di bawah 60 persen, tutur Gubernur Khofifah.

Meski demikian, Khofifah terus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Hal itu penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid-19.

Kembali saya mengajak semua mari disiplin menjalankan protokol kesehatan. Kita masih harus kerja keras danberjuang menghadapi pandemi ini. Mari terus patuhi protokol kesehatan dan percepat vaksinasi untuk menunju Jatim Bangkit, ucap Khofifah.

Artikel Asli