KPU Usul Anggaran Rp86 Triliun untuk Pemilu 2024, Mendagri : Ketinggian

mandalapos.co.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 14:59
KPU Usul Anggaran Rp86 Triliun untuk Pemilu 2024, Mendagri : Ketinggian

Mandalapos.co.id, Jakarta- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengusulkan anggaran pemilu serentak pada Tahun 2024 mendatang sebesar Rp 86 triliun.

Menurut Ketua KPU RI, Ilham Saputra, usulan anggaran itu termasuk penguatan infrastruktur KPU hingga di daerah-daerah.

Ia mengatakan, masih banyak kantor KPU di daerah yang menyewa dan dipinjamkan Pemda.

Karena memang anggaran yang kami usulkan itu termasuk penguatan infrastruktur kami, termasuk pembangunan gedung. kantor-kantor kami banyak yang sewa masih ada yang dipinjamkan pemda, ujar Ilham usai rapat di Komisi II DPR RI, Kamis (16/9) dikutip Merdeka.com .

Namun, Ilham mengatakan akan kembali merasionalisasi anggaran Pemilu 2024. Termasuk juga masukan dari Komisi II dan Mendagri supaya durasi kampanye diperpendek. Ia bilang akan disimulasikan dan dipertimbangkan kembali anggarannya.

Tentu kami lihat rasionalisasi kita terkait anggaran pemilu, kata Ilham.

Lebih lanjut Ilham membeberkan, KPU sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 13,295 triliun pada 2022 untuk tahapan persiapan Pemilu 2024.

Yang sekarang sudah ada bersama Menkeu ini baru Rp2 triliun, jadi usulan kekurangannya adalah Rp10 triliun sekian,kata Ilham.

Menanggapi usulan anggaran fantastis KPU, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai anggaran Pemilu 2024 yang diusulkan senilai Rp 86 triliun terlalu tinggi.

Tito pun mengusulkan agar anggaran Pemilu 2024 dipangkas. Hal inimengingatkan Indonesia masih berusaha memulihkan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Ekonomi nasional sempat minus. Ini yang mungkin berbeda Pemilu tahun sebelumnya. Sehingga pertimbangan efisiensi dalam penganggaran pemilu betul-betul kita pertimbangkan, ujar Tito dalam rapat Komisi II DPR RI, Kamis (16/9).

Mendagri membandingkan anggaran Pemilu 2024 dengan gelaran pesta demokrasi pada 2014 dan 2019. Ia menilai, perbedaannya sangat jomplang.

Jujur saja kami perlu melakukan exercise dan betul-betul melihat detail satu per satu angka tersebut, karena lompatannya terlalu tinggi dari Rp 16 T ke Rp 27 T, ke Rp 86 T di saat kita sedang memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk memulihkan ekonomi nasional, katanya.

***Alfian

Artikel Asli