Daerah-Daerah Ini ”Pegang Rekor” karena Data Telat

jawapos | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 14:25
Daerah-Daerah Ini ”Pegang Rekor” karena Data Telat

JawaPos.com Di seantero Jawa-Bali, hanya ada tiga kabupaten yang berstatus level 4 dalam masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pekan ini. Dan, di antara tiga daerah itu, Brebes satu-satunya yang berasal dari Jawa Tengah (Jateng).

Buntutnya, Bupati Brebes Idza Priyanti langsung memanggil 14 direktur rumah sakit di wilayahnya. Dia meminta mereka lebih cermat dan teliti dalam memperbarui data pasien Covid-19 yang ditangani dan wajib dilaporkan secara harian.

Jangan sampai, gara-gara kesalahan teknis delay data, kinerja Pemkab Brebes terganggu. Faktanya, percepatan vaksinasi terus digenjot dan kasus Covid turun signifikan, jelasnya seperti dikutip Radar Tegal .

Pemkab memang menyatakan, delay data (keterlambatan laporan akumulatif) terkait dengan kasus Covid-19 harian merupakan penyebab Brebes yang semula berstatus level 3 menjadi level 4. Brebes berada di level yang sama dengan dua kabupaten di Jawa Barat: Cirebon dan Purwakarta.

Setelah dikroscek data riil dengan korona Jateng dan pusat, ternyata belum sinkron. Sebab, data Juni, Juli, dan Agustus baru dimasukkan pada September, ungkap Idza kepada awak media.

Dia mencontohkan data kasus Covid-19 harian per 14 September. Di situs corona.jatengprov.go.id, ada 152 kasus di Brebes. Faktanya, hanya 45 kasus. Jadi, sangat timpang, terangnya.

Karena itu, Idza meminta semua pemimpin rumah sakit bisa tegas dan disiplin. Jika petugas entri data rumah sakit tidak sanggup rutin update harian, harus ada sanksi tegas, tuturnya.

Bupati memberi contoh lain, berdasar update data riil kasus Covid-19 harian, keterisian BOR (bed occupancy ratio) hanya 20 pasien dari total 14 rumah sakit. Jumlah itu hanya 5 persen dari total 400 bed yang tersedia di Brebes.

Hasil sinkronisasi data riil kami sampaikan ke masyarakat. Brebes masih menerapkan PPKM level 3 dan update laporan ini sudah kami sampaikan ke Mendagri, katanya.

Artikel Asli