Kejari Mataram Pastikan Pengusutan Penjualan Aset Desa Senteluk Berlanjut

lombokpost | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 12:40
Kejari Mataram Pastikan Pengusutan Penjualan Aset Desa Senteluk Berlanjut

MATARAM -Kejari Mataram mengusut penjualan aset milik Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar). Penyelidik sudah mengklarifikasi para saksi. Pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) dan puldata (pengumpulan data) sudah selesai dilakukan, kata Kasi Intelijen Kejari Mataram Heru Sandika Triyana di hadapan masyarakat Desa Senteluk yang mempertanyakan penanganan kasus tersebut di kantor Kejari Mataram, Rabu (15/9).

Kasus tersebut awalnya ditangani Seksi Intelijen. Tetapi, setelah proses pulbaket dan puldata tuntas, penyelidikannya dilanjutkan Seksi Pidsus.

Berdasarkan laporan masyarakat, lahan seluas 20,98 are diklaim merupakan aset desa. Aset tersebut sudah terdaftar di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Barat (Lobar) tahun 2011. Tetapi pada tahun 2015, muncul surat pelepasan aset yang diterbitkan Pemerintah Desa Senteluk. Diduga pelepasan aset itu dimanipulasi dan diterbitkan sporadik. Atas dasar itu, tanah tersebut dijual seharga Rp 600 juta tahun 2015.

Heru mengatakan, kasus tersebut dipastikan bakal berlanjut. Penyelidik Pidsus bakal memanggil kembali sejumlah pihak yang terlibat dalam penjualan lahan yang diduga berstatus aset desa tersebut. Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan dari untuk melengkapi berkas penyelidikannya, ujarnya.

Dia meminta masyarakat untuk menyerahkan persoalan tersebut ke APH. Agar diselidiki lebih dalam. Jika memang lahan tersebut terdaftar sebagai aset desa dan dijual itu sudah menyalahi aturan. Itu masuk tindak pidana korupsi, terangnya. (arl/r1)

Artikel Asli