Gelombang Mutasi Berlanjut, Bupati Djohan Geser 158 Kepala Sekolah

lombokpost | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 12:30
Gelombang Mutasi Berlanjut, Bupati Djohan Geser 158 Kepala Sekolah

TANJUNG -Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu kembali melakukan mutasi, Rabu (15/9). Kali ini untuk jabatan kepala sekolah di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Djohan menuturkan, mutasi ini merupakan penyegaran dalam lingkup pendidikan. Bagi ASN yang mendapat tugas dan jabatan baru banyak PR yang harus dilakukan. Terlebih dalam melakukan aktivitas belajar mengajar kala pandemi.

Harapan saya kepada kepala sekolah laksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Sehingga tugas pokok kita dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di KLU bisa kita wujudkan, ujar dia.

Djohan mengatakan, kepala sekolah harus memotret kondisi bangunan sekolah. Termasuk melaporkan ketersediaan guru dan hal yang menyangkut sistem belajar mereka. Hal ini guna menginventarisir kebutuhan guru dan layak tidaknya kondisi bangunan.

Jangan sampai satu sekolah kelebihan. Sehingga penempatan guru kita bisa dilakukan sebaik-baiknya, sambung pimpinan Muhammadiyah KLU itu.

Dalam limitasi tahun anggaran 2021 sampai 2024, tutur bupati, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek (Kemendikbudristek) akan menyelenggarakan sekolah penggerak di KLU. Suatu saat nanti juga akan diadakan evaluasi untuk semua sekolah yang memenuhi syarat.

Karena ini tugas tambahan mulai 2021 sampai 2024, maka saya harapkan ikuti dengan baik evaluasi tersebut, jelas suami dari Anggota Komisi III DPRD Lombok Utara Hj Galuh Nurdiyah itu.

Djohan menegaskan, dalam mutasi kali ini tidak ada jabatan kepala sekolah yang lowong. Dirinya berharap semua ASN yang sudah dilantik dapat bekerja langsung maksimal. Lanjut dia, semua guru di KLU harus displin.

Karena bagaimana pun tanggung jawab guru ini berat, tandas dia.

Plt Kepala BKDPSDM Lombok Utara Tri Darma Sudiana mengatakan yang dimutasi, 16 orang kepala sekolah tingkat SMP. Sedangkan 142 kepala sekolah tingkat SD.

Selain itu ada dua tambahan pejabat struktural dari BPBD dan Dinsos P3A, pungkas dia. (fer/r9)

Artikel Asli