Dipecat 30 September, Ketua Wadah Pegawai KPK Mulai Bereskan Meja Kerja

limapagi.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 11:20
Dipecat 30 September, Ketua Wadah Pegawai KPK Mulai Bereskan Meja Kerja

LIMAPAGI - Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Yudi Purnomo Harahap, merupakan salah satu dari 56 pegawai KPK yang akan dipecat pada 30 September 2021 mendatang.

Dalam cuitannya lewat akun Twitter @yudiharahap46, dia mendatangi gedung antirasuah pada Kamis, 16 September 2021 pukul 05.37 WIB.

"Biasanya datang pagi karna OTT nangkap Koruptor, kini datang beresin meja kerja agar ngga ketemu banyak teman-teman pegawai,ngga sanggup lihat air mata berjatuhan atas suka duka kenangan memberantas korupsi belasan tahun ini, dari semalem WA dan telepon dari mereka silih berganti," cuit Yudi.

Dalam kesempatan itu, Yudi mengenang saat dirinya bergabung ke KPK pada 2007 lalu. Dia seakan tak percaya harus dipecat saat era kepemimpinan Firli Bahuri Cs.

"Direkrut 2007 jaman Pak Ruki saat KPK baru membangun SDM&sistem. Dilantik2008 jaman PakAntasari saat membangun kepercayaan publik. Dipecat sepihak tahun 2021 jaman pak Firli tanpa ada dasar kesalahan apapun yg saya lakukan, Aku Tetap tegak diberhentikan secara terhormat seperti ini," katanya.

Selain Yudi, penyidik senior KPK nonaktif Novel Baswedan dan puluhan pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) akan diberhentikan dengan hormat pada 30 September 2021.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengklaim, pegawai KPK yang tidak bisa dialihkan menjadi aparatur sipil negara (ASN) itu bukan karena berlakunya Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2021 ataupun peraturan lainnya.

"Namun karena hasil asessmen tes
wawasan kebangsaan (TWK) pegawai dimaksud dinyatakan tidak lulus," kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.

"Seluruh pegawai KPK telah diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti proses peralihan menjadi ASN melalui TWK, meskipun memiliki keterbatasan telah berusia di atas 35 tahun atau pernah berhenti dari ASN," katanya lagi.

Artikel Asli