Zona Merah Covid-19 di Indonesia Tersisa 1 Wilayah, Satgas : Tetap Waspada

koran-jakarta.com | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 11:45
Zona Merah Covid-19 di Indonesia Tersisa 1 Wilayah, Satgas : Tetap Waspada

Kabar baik, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kembali memperbaharui peta zonasi risiko Covid-19 yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sekarang Zona merah Covid-19 di Indonesia tersisa satu wilayah, penurunan drastis bukan hanya terjadi pada angka positivity rate tetapi juga jumlah kasus aktif hingga keterisian tempat tidur rumah sakit.

Melansir laman covid.go.id, Kamis (16/9/2021), wilayah yang masuk kategori risiko tinggi alias zona merah kini hanya tersisa satu wilayah yaitu di Aceh, Kota Banda Aceh.

Zona merah COVID-19 pada Juli hingga Agustus sempat mencapai lebih dari 200 wilayah. Namun, berkurang banyak menjelang akhir Agustus hanya tersisa 50-an kab/kota berisiko tinggi.

Pada 29 Agustus 2021 lalu, zona merah di Indonesia masih mencapai 15 kabupaten kota. Sebelumnya pada 22 Agustus lalu, zona merah masih tersebar di 53 wilayah.

Selanjutnya, dalam tiga minggu terakhir, perkembangan kasus Covid-19 di tanah air telah menurun drastis. Terjadi perbaikan signifikan yang akhirnya berdampak pada penurunan zona risiko tinggi.

Berdasarkan catatan Satgas COVID-19, per 5 September 2021, zona merah COVID-19 tercatat 5 wilayah. Tersebar di Sulawesi Tengah, Papua, dan Aceh. Namun, kini zona merah atau berisiko tinggi hanya tersisa satu wilayah yang masuk zona merah COVID-19 yaitu Aceh, Kota Banda Aceh.

Kabar menggembirakan datang juga dari wilayah yang berstatus risiko sedang atau zona oranye. Jika pada minggu lalu zona oranye mencapai 181 wilayah, kini berkurang menjadi 89 wilayah.

Untuk wilayah risiko rendah alias zona kuning kini bertambah menjadi 423 wilayah, dari sebelumnya pada minggu lalu mencapai 327 wilayah.

Sebagai catatan, data ini merupakan data per 12 September 2021. Hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah akan memang kerap diperbaharui setiap bulannya.

Meski begitu, juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito minta masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan. Hal ini demi menghindari lonjakan kasus Covid-19 seperti di bulan Juli.

"Kita harus waspada dan tetap disiplin protokol kesehatan agar kita tidak menyusul third wave atau lonjakan dalam beberapa bulan ke depan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB pada Selasa (14/9/2021).

Artikel Asli