Bareng Jokowi, BIN Sasar 72 Ribu Warga dan Siswa untuk Ikut Vaksinasi

rmol.id | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 11:18
Bareng Jokowi, BIN Sasar 72 Ribu Warga dan Siswa untuk Ikut Vaksinasi

RMOL.Vaksinasi massal yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) di Provinsi Aceh hari ini turut dihadiri Presiden Joko Widodo pada Kamis (16/9).

Bersama Kepala BIN, Budi Gunawan, Presiden Jokowi meninjau langsung vaksinasi untuk pelajar di Pondok Pesantren/Dayah Istiqamatuddin, Darul Muarrif, Kabupaten Aceh Besar. Sedangkan 9 provinsi dipantau melalui virtual.

"Program vaksinasi pelajar merupakan arahan Bapak Presiden Joko Widodo. Vaksinasi sendiri bisa menyelamatkan diri pribadi dan keluarga," kata Kepala BIN, Budi Gunawan.

Vaksinasi kepada para pelajar juga dmaksudkan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan lancar. Menurut Budi, jika Covid-19 dapat dikendalikan, maka proses belajar mengajar secara tatap muka pun dapat segera diterapkan.

Pada saat yang sama, total sebanyak 72 rbu dosis vaksin disertai pembagian bansos dan vitamin diberikan BIN serentak di 10 provinsi.

10 Provinsi tersebut adalah Kabupaten Aceh Besar (Aceh), Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai (Sumut), Kabupaten Karawang (Jawa Barat), Kabupaten Banyumas (Jateng), Kabupaten Malang (Jatim), Kabupaten Sleman (DIY).

Kemudian Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tanah Laut (Kalsel), Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan (Kaltim), Kota Pekanbaru (Riau), dan Kabupaten Bantaeng (Sulsel).

Khusus Aceh, vaksinasi akan diberikan oleh petugas Medical Intelligence dari BIN kepada pelajar dan warga di tiga titik secara door to doordi Desa Lambro Bileu, Kecamatan Kuta Baro; di Desa Mireuk, Kecamatan Krueng, Barona Jaya; dan titik ketiga di Ponpes/Dayah Istiqamatuddin, Darul Muarrif.

Budi Gunawan juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan program vaksinasi Covid-19 sebagai upaya pencegahan Covid-19.

"Masyarakat kami ingatkan tidak hanya melindungi diri dengan vaksinasi, tetapi juga tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat," tutupnya. []

Artikel Asli