BMKG: Intensitas Hujan Meningkat Oktober 2021

inewsid | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 10:54
BMKG: Intensitas Hujan Meningkat Oktober 2021

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bulan September 2021 merupakan waktu transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Intensitas hujan diprediksi meningkat pada Oktober 2021.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan saat ini masih awal masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan.

"Saat ini masih awal. Masih transisi, nanti bulan berikutnya Oktober 2021 itu intensitas hujan akan semakin meningkat karena semakin masuk ke musim hujan, kata Dwikorita di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Dwikorita pun mengungkapkan puncak musim penghujan di Indonesia akan terjadi pada Januari hingga Februari 2022.

Sehingga trennya secara umum, kalau berdasarkan analisis prakiraan musim untuk akhir bulan ini sampai Januari, Februari 2022 itu tren yang curah hujan akan semakin meningkat, terutama curah hujan bulanan, ucapnya.

Selain itu, Dwikorita menjelaskan saat ini potensi cuaca ekstrem di Indonesia terus bergerak. Cuaca ekstrem ini menurutnya dipengaruhi oleh adanya fenomena Median Julian Oscillation (MJO).

Kejadiannya itu terus bergerak. Jadi misalnya hari ini hingga besok itu (yang berpotensi cuaca ekstrem) wilayah Indonesia bagian barat di Sumatera, Sumatera Selatan, Banten sampai Jawa Timur. Namun hari berikutnya itu bergerak ke wilayah Indonesia bagian tengah dan akhir pekan wilayah Indonesia bagian timur. Karena tadi kan ada pergerakan kumpulan awan yang dari Samudra Hindia itu, ujarnya.

Dwikorita mengatakan fenomena MJO ini diprediksi akan berakhir pada akhir pekan ini.

Jadi khusus untuk fenomena MJO, fenomena itu akan berakhir diprediksi akhir pekan nanti ya. Namun, untuk musim hujan ini ada dua hal yang berbeda ya MJO fenomena yang siklusnya 30-40 harian yang berlangsung sekitar sepekan. Kemudian juga fenomena masuknya musim hujan, katanya.

Namun dalam waktu yang bersamaan itu juga kadang-kadang terjadi fenomena MJO, atau fenomena-fenomena yang sifatnya pendek, dan bukan berbulan-bulan ya. Jadi fenomena MJO itu kan hanya sekitar satu pekan. Mungkin nanti ada fenomena yang lain lagi ya, misalnya siklon tropis itu juga hanya beberapa hari yang bersamaan dengan fenomena masuknya musim hujan ini, tutur Dwikorita.

Artikel Asli