BPBD Kulonprogo Siapkan Mitigasi Hadapi Penghujan

radarjogja | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 09:05
BPBD Kulonprogo Siapkan Mitigasi Hadapi Penghujan

RADAR JOGJA- Guna menyambut puncak musim hujan pada November 2021 mendatang. Serta meminimalisir resiko bencana seiring dengan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mulai menyiapkan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan, adapun bentuk mitigasi yang dilakukan yakni dengan normalisasi sungai dan saluran air. Dalam upaya tersebut pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) untuk pelaksanaannya.

Dikatakan Joko, adanya normalisasi tersebut merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya bencana banjir yang sering terjadi di wilayah rawan. BPBD mencatat total ada enam wilayah rawan banjir di Kulonprogo. Diantaranya kapanewon Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Pengasih dan Temon.

Untuk upaya normalisasi, saat ini sudah kami lakukan di semua saluran air. Sehingga kami berharap ketika musim hujan nanti bencana banjir bisa diantisipasi, ujar Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi, saat dikonfirmasi Rabu (15/9).

Selain melakukan normalisasi, Joko menambahkan bahwa sejak 2019 lalu pihaknya juga telah fokus terhadap upaya mitigasi di wilayah rawan banjir. Yakni dengan membentuk desa tangguh bencana (destana) sebagai upaya melatih masyarakat agar bisa melakukan mitigasi secara mandiri.

Lebih dari itu, BPBD Kulonprogo juga telah turut andil dalam penyusunan rencana kontigensi (rekon) penanganan banjir bersama dengan Pemda DIJ. Hasil dari rekon tersebut nantinya kabupaten akan mendapat alokasi penanganan bencana skala besar melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp.16 miliar.

Sebenarnya Pemkab harus mempunyai rekon banjir sendiri, namun terkendala keterbatasan anggaran. Sehingga untuk sementara menggunakan renkon banjir DIJ sebagai acuan, ungkap Joko Satyo Agus Nahrowi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Edi Wibowo, menyampaikan pada awal November nanti pihaknya akan menggelar rapat koordinasi (rakor) penanganan bencana. Mengingat sesuai prediksi Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim penghujan akan terjadi pada akhir Oktober 2021.

Terkait dengan potensi bencana banjir sendiri, Edi menyampaikan bahwa banjir di Kulonprogo biasanya masuk kategori ringan hingga sedang. Serta mayoritas hanya didominasi genangan yang surut dalam beberapa jam. Untuk kondisi di Kulonprogo, banjir hanya bersifat genangan dan berlangsung sekitar 2 jam. Setelah itu normal kembali, ujar Edi Wibowo. (inu/sky)

Artikel Asli