Tak Punya BPJS, Balita Diduga Gizi Buruk di Gunungsari Butuh Penanganan

suarantb | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 03:38
Tak Punya BPJS, Balita Diduga Gizi Buruk di Gunungsari Butuh Penanganan

Giri Menang (Suara NTB) Kasus gizi buruk kembali ditemukan di Lombok Barat (Lobar). Balita bernama Fadila Rizki (4) yang tinggal di Taman Sari Kecamatan Gunungsari diduga menderita gizi buruk sejak berusia dua pekan terakhir. Fadila saat ini butuh perawatan medis. Lantaran balita ini tidak memiliki BPJS, anak dari pasangan M Hardiansyah dan Lina Farhati ini hanya bisa tertegun di rumahnya tanpa bisa bermain seperti bocah seusianya.

Pasalnya selain divonis menderita gizi buruk. Kedua gendang telinganya juga terdapat penyakit lain yang membuat pendengarannya terganggu. Hingga membuatnya susah makan dan minum. Tidak hanya harus menahan penyakit yang dideritanya, sang balita malang ini juga belum bisa dirawat intensif karena tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS untuk menanggung beban biaya perawatan di rumah sakit.

Lebih-lebih orang tuanya hanya bekerja sebagai pekerja serabutan. Merekapun berharap bantuan dari pemerintah untuk pengobatan. Untuk sementara ini, keluarga hanya mengandalkan bantuan dari sejumlah relawan kemanusiaan.

Kepala UPT BLUD Puskesmas HL Wirawan mengatakan, sejak awal ditemukan kasus ini, pihaknya turun mencari balita ini. Kemudian pihaknya membawa balita itu ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Saat itu katanya, tidak ada indikasi balita ini untuk dirawat inap. Tapi yang sudah kita lakukan penanganan kasus ini kita berikan bantuan selama tiga bulan,ujarnya.

Namun persoalan gizi buruk ini bukan hanya ditangani oleh pihak kesehatan saja. Tapi butuh kerja sama dan koordinasi dengan semua pihak. Pihaknya melayani dari sisi penanganan medis, namun untuk hal-hal lain butuh kerja sama dan koordinasi dengan semua pihak.

Misalnya dari desa, kecamatan dan dari Dinsos. Terutama dari keluarga dulu,ujarnya. Seperti bantuan yang diberikan ke balita ini, karena dukungan keluarga yang kurang justru bantuan ini dikonsumsi untuk keluarga. Sehingga kurang maksimal. Bantuan penanganan selama tiga bulan ini sudah ada standarnya. Mohon bantuan yang kita berikan ini, seutuhnya untuk anak ini bukan untuk konsumsi keluarga,ujarnya. Untuk pemantauan pemberian makanan tambahan itu, sudah ada pendamping desa.

Terkait persoalan BPJS, khusus untuk pasien tak punya kepesertaan BPJS, Puskesmas kata dia hanya pemberi pelayanan. Untuk hal-hal lain, seperti tidak memiliki BPJS pihaknya juga memfasilitasi dikoordinasikan dengan desa, kecamatan dan rekomendasi dari Dinsos untuk mendapatkan BPJS.

Tapi kalaupun tidak selesai diurus BPJS-nya, pihaknya tetap memberikan keringanan bagi pasien. Keringanan itu ada Perbup sebenarnya, tapi kalau sudah seperti itu (tidak bisa mendapatkan BPJS). Tetap kita layani seutuhnya meskipun tidak punya BPJS. Tapi kita akan bantu mereka, tapi mereka juga bantu kita. Artinya mohon dari desa juga mengeluarkan minimal surat keterangan tidak mampu, sebagai dasar kita membantu pasien,jelasnya. (her)

Artikel Tak Punya BPJS, Balita Diduga Gizi Buruk di Gunungsari Butuh Penanganan pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Artikel Asli