Bermimpi Menapaki Eropa Lagi

jawapos | Nasional | Published at Kamis, 16 September 2021 - 10:43
Bermimpi Menapaki Eropa Lagi

JawaPos.com Liga Europa musim ini bisa jadi ajang reuni bagi sebagian pelatih yang merindukan kompetisi Eropa.

Ada tiga sosok yang benar-benar merindukannya. Yakni, entrenador Real Betis Manuel Pellegrini, tactician West Ham United David Moyes, dan entraineur Olympique Marseille (OM) Jorge Sampaoli.

Mereka masuk daftar pelatih yang setidaknya absen tiga musim berkompetisi di ajang antarklub Benua Biru itu.

Pellegrini paling moncer dalam hal prestasi.

Pada musim 20152016, pelatih berkebangsaan Cile itu membawa Manchester City hingga semifinal Liga Champions.

Dalam mengembalikan diri sendiri ke Eropa, tiga pelatih itu memiliki kesamaan strategi.

Yang paling mencolok adalah memaksimalkan pemain yang sebelumnya dicap terbuang.

Sebut saja Michail Antonio di West Ham, striker Juanmi di Betis, dan wide attacker Cengiz Under di OM.

Nah, Antonio jadi buah bibir di Premier League pada awal musim ini. Striker 31 tahun itu disulap Moyes jadi pemain dengan catatan gol yang cukup impresif.

Dalam empat matchweek , pemain Jamaika tersebut mencetak empat gol.

Dan, sejak Moyes bergabung di paro musim 20192020 dengan West Ham, Antonio kian subur.

Di tangan Moyes, Antonio mencetak sembilan gol. Lalu, pada musim 20202021, dia mencatatkan sepuluh gol dalam semusim.

Catatan itu adalah yang terbanyak dalam kariernya sejak berkostum Nottingham Forest pada 20142015 (15 gol).

Kemudian, empat gol musim ini jadi bukti bahwa Antonio memang nyaman dengan racikan Moyes.

Empat gol itu sekaligus berujung predikat pemain terbaik Premier League bulan Agustus.

Penghargaan individu tersebut merupakan yang kedua baginya sejak Juli tahun lalu.

Antonio bakal kembali jadi andalan Moyes melawan Dinamo Zagreb pada matchday pertama fase grup dini hari nanti.

Kalau mencetak gol, itu akan jadi gol pertama Antonio di Eropa.

Aku yakin dia (Antonio, Red) akan meledak musim ini. Bahkan, dia sudah bisa melampaui gol Paolo Di Canio (47 gol, Red), ucap Moyes kepada BBC terkait 52 gol milik Antonio.

Apa yang dijalankan Moyes juga diterapkan Pellegrini musim ini. Juanmi saat ini jadi top scorer Betis dengan dua gol.

Padahal, striker 28 tahun itu bisa dibilang sebagai pupuk bawang sejak bergabung dua musim lalu.

Dia hanya mencetak satu gol pada musim pertama.

Tetapi, ketika Pellegrini bergabung musim lalu, mantan pemain Southampton FC itu langsung moncer dengan mencetak empat gol.

Dia melengkapi penampilan gelandang Sergio Canales yang ketajamannya juga meningkat di tangan Pellegrini.

Musim lalu, mantan pemain Real Madrid itu mencetak sepuluh gol yang merupakan torehan terbanyaknya dalam semusim.

Nah, dibanding Moyes dan Pellegrini, Sampaoli adalah yang paling junior untuk karier melatih tim Eropa.

Pada akhir Februari lalu, eks pelatih timnas Argentina itu menggantikan Andre-Villas Boas. Dan, kesuksesan Sampaoli membangkitkan Under juga layak diberi kredit tinggi.

Pemain yang dipinjam dari AS Roma itu musim ini sudah mengemas tiga gol dalam empat laga.

Bahkan, dia sudah melampaui nominal golnya bersama Leicester City musim lalu yang hanya dua gol.

Under jadi pelengkap pemain senior Dimitri Payet yang juga sudah mengemas tiga gol musim ini. Under jadi suksesor sempurna kepergian Florian Thauvin.

Taktiknya (Sampaoli, Red) cocok denganku. Ada sedikit kebebasan peran kepadaku. Posisiku memang di depan. Tetapi, aku juga suka build up dan memulai serangan dari tengah, ujar Under kepada LEquipe .

Artikel Asli